Muhammad Bashori
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE FUN LEARNING MELALUI MEDIA SPINNING WHEEL UNTUK MENINGKATKAN MAHARAH KALAM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS X MA AL-MANSHUR Lusi Lusianti; Muhammad Bashori
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode fun learning merupakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dengan berbagai metode yang diterapkan, adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menjadikan pembelajaran yang menyenangkan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Sehingga pembelajaran berlangsung siswa tidak merasa bosan, dengan pembelajaran yang menyenangkan salah satu stimulus supaya siswa aktif dan bersemangat. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis pre experimental design bentuk one group pretest-posttest design sehingga tidak menggunakan kelas kontrol, hanya menggunakan kelas eksperimen. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kompetensi keterampilan berbicara siswa kelas X MA Al-Manshur; (2) Bagaimana penerapan metode fun learning melalui media spinning wheel untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X MA Al-Manshur; (3) Bagaimana pengaruh metode fun learning melalui media spinning wheel untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X MA Al-Manshur. Adapun hasil penelitian ini yaitu diperkuat dengan perolehan hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-T dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = N-1 yang mana dk = N-1 = 13 – 1 = 12 maka di peroleh t 0,05 = 2,179. Setelah diperoleh t-hitung = 8,771 dan t-tabel = 2,179 maka diperoleh t-hitung > t-tabel atau 8,771 > 2,179. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil pemerolehan bahwa ada pengaruh penggunaan metode fun learning melalui media spinning wheel dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X MA Al-Manshur Mojosari dengan peningkatan 17,6% dengan nilai rata-rata pretest 56,54 dan nilai rata-rata posttest 66,54.
Pengaruh Tradisi Nelayan dan Lingkungan Sosial terhadap Minat Pendidikan Masyarakat Pesisir di Desa Sanggaran Tambak Kecamatan Lekok Muhammad Bashori
ANWARUL Vol 6 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v6i2.9777

Abstract

The low educational interest among coastal communities remains an important problem in human resource development, particularly in communities with strong ties to fishing traditions and the local social environment. This study aimed to analyze the influence of fishing traditions and the social environment on the educational interest of coastal communities in Sanggaran Tambak Village, Lekok Subdistrict. This study used a quantitative approach with a correlational design. The research population consisted of coastal communities, with a sample of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation, and were then analyzed using multiple linear regression, t-tests, and F-tests. The results showed that fishing traditions had a negative and significant effect on educational interest, whereas the social environment had a positive and significant effect. Simultaneously, fishing traditions and the social environment had a significant effect on the educational interest of coastal communities. These findings confirm that the strong orientation of the community toward fishing traditions tends to reduce interest in formal education, while a supportive social environment can increase educational awareness and motivation. The implications of this study emphasize the importance of the role of families, communities, and the government in strengthening educational awareness through educational programs, the provision of facilities, and changes in the mindset of coastal communities regarding the importance of formal education.