Putra Prayoga, Nicodemus Raka Manggala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Sosial dalam Kesenian Gambang Semarang sebagai Representasi Kritik terhadap Segregasi Putra Prayoga, Nicodemus Raka Manggala
INVENSI Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v9i1.8766

Abstract

Kota Semarang di era kolonial Belanda merupakan salah satu wilayah strategis dan menguntungkan. Dominasi pihak kolonial sebagai bangsa kelas pertama lambat laun menimbulkan gesekan berwujud bentuk-bentuk resistensi dari kelompok masyarakat kelas bawah seperti pemberontakan bahkan perang. Sejarah kelam ini semakin diperburuk dengan kebijakan segregasi sosial guna mempermudah pengawasan pemerintah kolonial. Bayang-bayang konsep segregasi pada masyarakat Semarang semakin diamini dengan konflik-konflik berbau politik, ras, dan agama di kemudian hari. Di lain pihak pertumbuhan kesenian gambang Semarang membawa semangat yang berlawanan dengan citra kota yang tersekat dalam kehidupan multikulturnya. Fokus penelitian ini adalah menemukan titik di mana perkembangan kesenian gambang Semarang menjadi kritik atas citra Kota Semarang yang masih kental dengan segregasi sosial, dan menghubungkannya dengan realitas perkembangan seni gambang Semarang hari ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui sejarah perkembangan Kota Semarang dan gambang Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terwujudnya integrasi sosial yang dihasilkan dari kesadaran kolektif antaretnis menjadi representasi pudarnya segregasi identitas kultur yang dibawa dari masing-masing kelompok etnik yang terlibat dalam kerja kolaboratif kesenian gambang Semarang. Dengan kata lain, pertumbuhan kesenian gambang Semarang menjadi kritik secara representatif atas keberadaan konsep segregasi etnis masyarakat Semarang.Social Integration in Gambang Semarang Art as a Representation of Criticism of Segregation ABSTRACT During the Dutch colonial era, Semarang City was one of the strategic and profitable areas. The domination of the colonial party as a first-class group gradually caused friction in the form of resistance from lower-class groups, such as rebellion and war. This dark history was worsened by social segregation policies to facilitate the supervision of the colonial government. The shadow of the concept of segregation in Semarang is increasingly followed by political, racial, and religious conflicts in the future. On the other hand, the development of gambang Semarang arts brings a contrasting spirit to the image of this city with its multicultural life. This study aims to identify the point where the development of gambang Semarang art becomes a criticism of the image of Semarang City which still upholds social segregation and to relate it to the current development of the art. This study used a qualitative method with a case study design to find out the history of the development of Semarang City and gambang Semarang. The results of this study showed that the realization of social integration resulting from inter-ethnic collective awareness represented the fading of segregation of cultural identities of each ethnic group involved in the collaborative work of gambang Semarang arts. In other words, the development of gambang Semarang art has become a representative criticism of the existence of the concept of ethnic segregation in society in Semarang.