Pemilihan supplier bibit tanaman merupakan proses yang kompleks karena harus mempertimbangkan berbagai kriteria seperti harga, kualitas, ketepatan waktu, dan ketersediaan stok. Kebun Komunal menghadapi kesulitan dalam menentukan supplier yang paling sesuai secara objektif, sehingga diperlukan pendekatan kuantitatif berbasis sistem pendukung keputusan. Penelitian ini mengombinasikan metode Rank Sum untuk menentukan bobot kriteria dan metode ARAS (Additive Ratio Assessment) untuk menilai serta merangking alternatif supplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu memberikan hasil yang terukur dan sistematis. Pada bibit jagung, supplier A2 menempati peringkat pertama dengan nilai utilitas 0,9185, sedangkan A20 berada di posisi terakhir dengan nilai 0,4443. Pada bibit nilam, supplier A22 menduduki peringkat pertama dengan nilai 0,9482, sementara A23 menempati peringkat terakhir dengan nilai 0,6281. Sementara itu, pada bibit kacang tanah, supplier A24 memperoleh nilai Ki sempurna 1,0000 sebagai peringkat pertama, sedangkan A26 menempati posisi terakhir dengan nilai 0,6220. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pendukung keputusan di bidang pertanian, khususnya dalam membantu pemilihan supplier bibit tanaman secara lebih objektif, transparan, dan berbasis data. Kata kunci"” Supplier, Sistem Pendukung Keputusan, Rank Sum, ARAS (Additive Ratio Assessment), Kebun Komunal