Azizah, Vivi Rohmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksploitasi Anak melalui Konten Youtube Menurut Undang-Undang dan Hukum Pidana Islam Rizki, Moh. Adam; Azizah, Vivi Rohmi; Fuady, Mohammed Zulvyqar
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i2.357

Abstract

Abstract: Lately, there has been a lot of news about Youtubers who are considered to be exploiting their children. Exploitation involving the child of the couple J and S became a victim of adsense from the content created by his parents. This case has become a hot topic in the community. Therefore, this article discusses the exploitation of children through youtube content according to Islamic laws and criminal law. This research is a library. Data is taken from YouTube, law number 35 of 2014, and books or journals that discuss child exploitation. The data were analyzed descriptively and deductively. This study concludes that child exploitation through content on youtube is due to economic factors, namely profit. If the criminal element is met, the perpetrator can be subject to punishment as stated in article 88 in law number 35 of 2014. Islam also prohibits the exploitation of children, the perpetrator can be punished with ta'zir. Keywords: exploitation, children, Islamic criminal law, law. Abstrak: Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang Youtuber yang dianggap melakukan eksploitasi terhadap anaknya. Eksploitasi yang melibatkan anak dari pasangan J dan S menjadi korban adsense dari konten yang dibuat oleh orang tuanya. Kasus ini menjadi topik hangat di masyarakat. Karena itu artikel ini membahas tentang eksploitasi anak melalui konten youtube menurut undang-undang dan hukum pidana Islam. Penelitian ini adalah Pustaka. Data diambil dari youtube, undang–undang nomor 35 tahun 2014, dan buku atau jurnal yang membahas tentang eksploitasi anak. Data dianalisis secara deskriptif dan deduktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksploitasi anak melalui konten di youtube karena faktor ekonomi yaitu mendapatkan keuntungan. Jika terpenuhi unsur pidana, pelaku bisa dikenai hukuman sebagaimana tercantum dalam pasal 88 di undang-undang nomor 35 tahun 2014. Islam juga melarang eksploitasi anak, pelaku dapat dihukum hukuman ta’zir. Kata kunci: eksploitasi, anak, hukum pidana Islam, undang-undang