Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Prototype Smarter Chicken Feeding untuk Penakaran Campuran Pakan Ayam Otomatis Alfian Dwi Cahyanto; Ina Sunaryantiningsih; Bayu Fandidarma
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penakaran pakan ayam yang masih dilakukan secara manual pada peternakan skala menengah kerap menimbulkan kesalahan takaran, pemborosan bahan, serta memakan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji Prototype Smarter Chicken Feeding, yaitu sistem penakaran pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor Load Cell 20 kg dengan modul HX711, mikrokontroler ESP32 DevKit V1, tampilan OLED SSD1306, serta integrasi Google Sheets melalui koneksi Wi-Fi sebagai basis data ransum pakan dan pencatatan hasil penakaran. Penakaran dilakukan secara incremental untuk lima jenis bahan pakan sesuai urutan ransum pakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan baik, dengan rata-rata kesalahan penimbangan hanya 0,13%, deviasi stabilitas maksimum ±5 gram pada beban tetap 1 kg, dan waktu sinkronisasi data ke Google Sheets rata-rata 7,8 detik. Daya tahan baterai mencapai 180 menit dengan waktu isi ulang sekitar 2 jam. Dengan akurasi, stabilitas, serta efisiensi yang tinggi, sistem ini dinilai layak untuk mendukung manajemen pakan pada peternakan ayam skala menengah.
PENINGKATAN AKURASI PENGUKURAN DEBIT AIR LIMBAH DENGAN KONVERSI FLOWMETER DI PLTU Karuniallah Cahyono Putra, Muhammad Alif; Bayu Fandidarma; Ina Sunaryantiningsih
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i2.23058

Abstract

Pengukuran debit air limbah merupakan aspek krusial dalam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 1 & 2 guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan serta menjaga efisiensi proses operasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji konversi sistem pengukuran debit dengan mengganti flowmeter turbin menjadi flowmeter ultrasonik guna meningkatkan keandalan dan akurasi pengukuran. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengumpulan data pembacaan flowmeter selama 1 bulan dengan interval 1 hari. Metode penelitian meliputi studi perbandingan antara flowmeter turbin dan flowmeter ultrasonik berdasarkan parameter akurasi, dan kemudahan pemeliharaan, serta analisis data debit air limbah sebelum dan sesudah implementasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keandalan pengukuran dan kemudahan pemantauan secara real-time, serta penurunan risiko downtime akibat kerusakan alat. Temuan ini dapat menjadi dasar penerapan sistem serupa di unit pembangkit lainnya guna mendukung efisiensi operasional dan kepatuhan lingkungan.   Measuring wastewater flow is a crucial aspect of operating the Paiton Steam Power Plant Units 1 & 2, ensuring compliance with environmental regulations and maintaining the efficiency of operational processes. This research aims to examine the conversion of the flow measurement system by replacing the turbine flowmeter with an ultrasonic flowmeter in order to improve the reliability and accuracy of the measurement. The research was conducted quantitatively by collecting flowmeter readings for 1 month at 1-day intervals. The research methods included a comparative study between turbine flowmeters and ultrasonic flowmeters based on accuracy and ease of maintenance parameters, as well as an analysis of wastewater flow data before and after implementation. The research results show a significant increase in measurement reliability and ease of real-time monitoring, as well as a reduction in downtime risk due to equipment failure. This finding can serve as the basis for implementing similar systems in other power generation units to support operational efficiency and environmental compliance.
Analisis Optimasi Sistem Kendali Control Valve Pada Gland Seal Water CEP (Condensate Extraction Pump) Di PLTU Paiton Unit 1 & 2 Muhamad Nuralam; Ridam Dwi Laksono; Bayu Fandidarma
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23059

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 1 & 2 memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan listrik nasional. Salah satu komponen kritis dalam sistem sirkulasi air-uap adalah Condensate Extraction Pump (CEP), yang didukung oleh sistem gland seal water untuk mencegah kebocoran pada celah antara shaft dan housing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan sistem kendali tekanan gland seal water sebelum dan sesudah dimodifikasi menjadi sistem otomatis yang terintegrasi ke Distributed Control System (DCS). Modifikasi dilakukan dengan penambahan smart positioner dan pressure transmitter. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengumpulan data tekanan aktual selama 1 bulan berinterval 1 hari. Variabel yang dianalisis meliputi tekanan gland seal water, sinyal demand dari DCS, dan feedback dari aktuator. Analisis dilakukan melalui uji statistik independent-samples t-test. Hasil menunjukkan bahwa sistem kendali terintegrasi mampu menjaga tekanan lebih mendekati set-point 5,00 kg/cm² dengan nilai p-value 0,01 (< 0,05). Selain itu terjadi pengingkatan akurasi pengendalian sebesar 62,8% setelah sistem terintegrasi DCS. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi DCS mampu meningkatkan akurasi dan keandalan sistem pengendalian secara signifikan. Abstract The Paiton Unit 1 & 2 Steam Power Plant (PLTU) plays an important role in meeting national electricity needs. One of the critical components in the water-steam circulation system is the Condensate Extraction Pump (CEP), which is supported by a gland seal water system to prevent leaks in the gap between the shaft and housing. This study aims to analyze the reliability of the gland seal water pressure control system before and after it was modified into an automated system integrated into the Distributed Control System (DCS). The modification involved the addition of a smart positioner and pressure transmitter. The research was conducted using a quantitative method with data collection of actual pressure over a one-month period at one-day intervals. The variables analyzed included gland seal water pressure, demand signals from the DCS, and feedback from the actuator. The analysis was performed using an independent-samples t-test. The results showed that the integrated control system was able to maintain pressure closer to the set point of 5.00 kg/cm² with a p-value of 0.01 (< 0.05). In addition, there was a 62.8% increase in control accuracy after the system was integrated with the DCS. These results indicate that DCS integration can significantly improve the accuracy and reliability of the control system.
ANALISIS TAHANAN ISOLASI CURRENT TRANFORMATOR ULTG MADIUN Tegar Prakoso; Irna Tri Yuniahastuti; Bayu Fandidarma
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i2.23060

Abstract

Current Transformator (CT) merupakan komponen penting di gardu induk yang berfungsi mengukur arus dan mendukung sistem proteksi. Kinerja CT sangat dipengaruhi oleh kualitas isolasinya, yang dapat menurun karena faktor lingkungan seperti kelembaban, suhu, dan usia peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tahanan isolasi CT 70 kV di Gardu Induk Magetan, Mranggen, dan Caruban. Pengujian dilakukan menggunakan alat Insulation Tester (Megger) dengan tegangan 5000 V untuk sisi primer dan 500 V untuk sisi sekunder. Hasil pengujian dianalisis menggunakan standar IEC 60044-1 dan VDE Catalogue 228/4 yang menetapkan batas minimal tahanan isolasi sebesar 70 M?. Hasil penelitian menunjukkan variasi nilai tahanan isolasi pada setiap gardu dan titik ukur. Nilai tertinggi terdapat di Gardu Induk Mranggen sebesar 1091 M? (primer-ground fasa S), sedangkan nilai terendah sebesar 57,8 M? (primer-sekunder 1 fasa S). Semua pengujian pada sisi sekunder menunjukkan nilai maksimum alat, yaitu 1 G?.