Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Program Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis di Provinsi Papua Barat : Evaluation of the Specialist Doctor Education Affirmation Program Policy in West Papua Province Lodewijk Luis Wanggai; Agustinus Philipus Djitmau
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.692 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.649

Abstract

Evaluasi Kebijakan Program Hibah Pendidikan Dokter Spesialis di Provinsi Papua Barat, Efektivitas Program Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis di Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat dapat dinilai untuk perbaikan hasil akhir, dan perbaikan yang ada telah mencapai tujuan yang ada. 2) Efisiensi yang merupakan indikatif dengan melakukan upaya-upaya terkait Program Hibah Pendidikan Dokter Spesialis di Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. 3) Kecukupan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh penyedia layanan dan penerima dalam Program Hibah Pendidikan Dokter Spesialis di Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. 4) Memperlancar penyampaian informasi secara daring di situs web Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat juga merupakan bentuk penyampaian informasi yang jelas. 5) Responsvitas diperlukan untuk mengejar dan lebih meningkatkan daya tanggap dari upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ada dari Program Hibah Pendidikan Dokter Spesialis di Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. 6) Ketepatan akan membantu Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memantau Program Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis di Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Program Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis di Provinsi Papua Barat, yaitu: 1) Faktor Pendukung merupakan akses fasilitas yang dimiliki oleh Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. 2) Faktor Penghambat merupakan kurangnya sumber daya manusia yang ada pada Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat khususnya Program Hibah Pendidikan Dokter.