Faulijan, Herman
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN PERSPEKTIF SISTEM PENGGAJIAN ANTARA MANAJEMEN DAN KARYAWAN SAE STREET FOOD DI KOTA BANDUNG Faulijan, Herman; Nirmalasaril, Leli
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 3 (2025): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 3 JANUARI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i3.30002

Abstract

SAE Street Food, merupakan badan usaha yang aktif di sektor FB dan. Pendirinya adalah Bapak Hirman Rahayu Rivano. SAE Street Food telah menetapkan sistem gaji berbentuk progression (kemajuan) yang memberikan kontrak pertama berjangka waktu 3 bulan dengan gaji sebesar Rp 1.750.000 dan kontrak kedua berjangka waktu 6 bulan dengan kenaikan gaji menjadi Rp 2.000.000. Hal ini menurut pihak manajemen menunjukan komitmen SAE Street Food dalam memberikan pengakuan terhadap kinerja karyawan melalui peningkatan gaji secara bertahap sesuai dengan masa kerja. Namun sistem gaji tersebut mendapatkan respons yang berbeda dari para karyawan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen, diantaranya owner, manajer, supervisor dan 10 responden dari pihak karyawan, kemudian data dikumpulkan juga melalui observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi mengenai kelayakan gaji, insentif, bonus, tunjangan, asuransi, cuti, dan fasilitas. Karyawan merasa adanya ketidakadilan terutama dalam perbedaan gaji berdasarkan kontrak, sementara manajemen melihat perbedaan ini sebagai bentuk penghargaan atas kinerja. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa karyawan menghargai kebijakan cuti dan fasilitas yang disediakan, meskipun masih ada usulan perbaikan dan peningkatan terhadap fasilitas. Dalam hal kinerja, mayoritas karyawan dinilai produktif, namun ada beberapa masalah terkait efisiensi dan disiplin kerja. Kepuasan kerja karyawan juga bervariasi, dengan beberapa merasa cocok dengan pekerjaan mereka, sementara yang lain bekerja karena kebutuhan finansial