Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan saraf tepi akibat kompresi nervus medianus di pergelangan tangan, yang sering menyebabkan nyeri, parestesia, dan keterbatasan gerak. Penatalaksanaan fisioterapi berperan penting dalam mengurangi gejala CTS, di antaranya dengan modalitas Ultrasound dan latihan (exercise) neurodinamic serta joint mobilization. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi Ultrasound dan exercise dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS), dan memperbaiki kemampuan fungsional pasien CTS. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 64 tahun yang didiagnosis CTS dextra. Intervensi yang diberikan meliputi Ultrasound Therapy dan exercise berupa neurodynamic mobilization serta joint mobilization. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) untuk nyeri, goniometer untuk LGS, dan Wrist Hand Disability Index (WHDI) untuk aktivitas fungsional. Setelah dua kali terapi, pasien menunjukkan penurunan signifikan pada nyeri pergelangan tangan dan jari-jari, disertai peningkatan LGS. Ultrasound terbukti efektif dalam menurunkan nyeri melalui efek thermal dan micromassage, sementara latihan neurodynamic dan joint mobilization meningkatkan LGS dan mengurangi parestesia. Aktivitas fungsional pasien juga mengalami perbaikan berdasarkan skor WHDI. Kombinasi Ultrasound Therapy dan exercise efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan LGS, dan memperbaiki aktivitas fungsional pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome. Modalitas ini dapat menjadi pilihan terapi konservatif yang tepat untuk kasus CTS.