Penelitian ini dilatarbelakangi perilaku bullying yang terjadi diantara siswa kelas XII SMK Negeri 1 Lahusa. Tujuan penelitian yaitu: Mendeskripsikan tingkat perilaku bullying siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Mendeskripsikan tingkat perilaku bullying siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Menguji layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playingmengurangi perilaku bullying siswa.Jenis penelitian yang digunakan pre-eksperimen yaitu the one-group pretest-posttest design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 20 orang.Hasil penelitian: Perilaku bullying siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playingsecara rata-rata termasuk pada kategori tinggi.Perilaku bullying siswa sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playing secara rata-rata termasuk pada kategori rendah.Layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playingaefektifuntukmengurangi perilaku bullying dimana siswa tidak lagi melakukan perilaku bullying. Kesimpulan: Perilaku bullying siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playing tergolong pada kategori tinggi, dimana siswa mengejek temannya, memanggil temannya dengan sebutan nama orang tua, dan siswa meminta dibuatkan tugas sampai disaat ujian minta untuk diberikan contekan. Perilaku bullying siswa sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik role playingtergolong pada kategori rendah, dimana siswa sudah dapat mengubah perilakunya, tidak lagi saling mengejek, siswa tidak memanggil temannya dengan sebutan nama orang tua, siswa lebih dapat mengontrol emosionalnya, dan tidak lagi meminta dibuatkan tugas, tetapi mengerjakan sendiri. Saran:Bagi siswa, harus selalu mengikuti layanan bimbingan kelompok agar tidak ada pelaku dan korbanbullying.