vega, Angelia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol vega, Angelia
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i2.1324

Abstract

Parasetamol dosis berlebih dapat menyebabkan nefrotoksisitas akibat akumulasi NAPQI dan stres oksidatif, yang merusak tubulus proksimal ginjal. Tomat (Solanum lycopersicum L.), kaya akan likopen berpotensi mencegah kerusakan ini melalui aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek protektif jus tomat terhadap fungsi ginjal tikus yang diinduksi parasetamol toksik, Penelitian eksperimental ini menggunakan desain posttest-only control group dengan 25 tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol positif, kontrol negatif, dan tiga kelompok perlakuan. Tikus diinduksi parasetamol dosis toksik, sementara kelompok perlakuan diberi jus tomat. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kreatinin plasma dan analisis histopatologi ginjal. Hasil penelitian menunjukkan parasetamol dosis toksik (250 mg/kgBB) meningkatkan kadar kreatinin dan bobot relatif ginjal, menandakan kerusakan ginjal akut. Pemberian jus tomat dosis tinggi (800 mg/kgBB) paling efektif menurunkan kadar kreatinin dan melindungi jaringan ginjal dibandingkan dosis lebih rendah. Kandungan antioksidan seperti likopen, vitamin A, dan C dalam jus tomat berperan menetralisir radikal bebas, mengurangi peradangan, dan mencegah kerusakan ginjal akibat stres oksidatif. Pemberian parasetamol 250 mg/kgBB menyebabkan kerusakan ginjal, ditandai peningkatan kreatinin dan berat relatif ginjal. Jus tomat dosis 800 mg/kgBB memberikan efek protektif terbaik, menurunkan kadar kreatinin mendekati kontrol positif. Hasil ini menunjukkan potensi jus tomat sebagai agen protektif terhadap kerusakan ginjal akibat parasetamol.