This Author published in this journals
All Journal Agrivet
Damayanti, Alifia Surya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN PGPR AKAR BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Damayanti, Alifia Surya; Suwardi, Suwardi Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12075

Abstract

Setiap tahun, permintaan pasar terhadap komoditas kacang panjang semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya untuk memenuhi permintaan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kotoran sapi dan PGPR akar bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di Sorogenen, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mulai April - Juni 2023. Percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor pertama dosis pupuk kotoran sapi 3 taraf yaitu (20, 30, dan 40 ton/ha). Faktor kedua konsentrasi PGPR akar bambu 3 taraf yaitu 5, 10, dan 15 mL/liter. Bobot brangkasan basah per unit percobaan dan panjang polong per tanaman saling berinteraksi. Perlakuan dosis pupuk kotoran sapi 30 dan 40 ton/ha memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman 35 dan 49 HST, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per unit percobaan, dan berat polong segar per hektar. Parameter jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per unit percobaan, dan berat polong segar per hektar menunjukkan perlakuan konsentrasi PGPR 15 mL/liter memberikan hasil yang terbaik. Dalam hal panjang polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per hektar, berat polong segar per unit percobaan, dan berat brangkasan basah per unit percobaan, kombinasi perlakuan lebih baik dari tanaman kontrol.