Tolerance as a character trait is the cornerstone of building and maintaining harmony among humankind, especially in the context of students in schools. Teachers play a crucial role in instilling tolerance through Islamic religious education. This study aims to explore the planning, implementation, and impact of Islamic religious education (PAI) learning in shaping tolerance among students at UM International Lab Junior High School and SMPN 20 Malang. The results show that both schools have similar approaches in planning and implementing Islamic religious education to foster tolerance, using active methods such as inquiry, group discussions, and demonstrations. Additionally, the impact of this learning includes increased appreciation for differences in gender, social background, abilities, age, and opinions in the classroom. Based on Albert Bandura's Social Learning Theory, observation and imitation of positive teacher behaviors play a significant role in shaping students' tolerant attitudes. Karakter toleransi merupakan pondasi utama dalam membangun dan mempertahankan harmoni antar umat manusia, khususnya dalam konteks peserta didik di sekolah. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan karakter toleransi melalui pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perencanaan, pelaksanaan, dan dampak pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter toleransi di SMP Internasional Lab UM dan SMPN 20 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Internasional Lab UM dan SMPN 20 Malang memiliki pendekatan serupa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran agama Islam untuk membentuk karakter toleransi, dengan menggunakan metode aktif seperti inquiry, diskusi kelompok, dan demonstrasi. Selain itu, dampak pembelajaran ini mencakup peningkatan penghargaan terhadap perbedaan gender, latar belakang sosial, kemampuan, umur, dan pendapat di kelas. Berdasarkan Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, observasi dan peniruan perilaku guru yang positif berperan penting dalam membentuk sikap toleransi siswa.