Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jejak Taman Siswa dan Pendidikan Indonesia: Relevansi Konsep Ki Hajar Dewantara dalam Kurikulum Merdeka Dalfiana
Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjier.v3i1.289

Abstract

This research aims to examine the implementation of the Taman Siswa concept within the Merdeka Curriculum, with the expectation of providing new insights for the development of educational policies in Indonesia that are rooted in the nation's cultural values. The research method employed is library research, utilizing primary data sources from relevant books and literature. The findings reveal that the Merdeka Curriculum adopts several principles from Taman Siswa, such as flexibility, simplicity, and student-centered education. The learning approaches integrated into the Merdeka Curriculum also include principles from Taman Siswa, such as Panca Dharma, constructivism, and the among system. Nevertheless, there are adjustments in the implementation of these concepts, such as a more flexible phase system and the limited application of the boarding school system. This research concludes that the Merdeka Curriculum and the Taman Siswa concept share similarities in design principles and learning approaches, yet their implementation is adapted to current educational needs. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep Taman Siswa dalam Kurikulum Merdeka, dengan harapan memberikan wawasan baru bagi pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia yang berakar pada nilai budaya bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka, dengan sumber data utama dari buku dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mengadopsi beberapa prinsip dari Taman Siswa, seperti fleksibilitas, kesederhanaan, dan pendidikan yang berpihak pada peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang diintegrasikan dalam Kurikulum Merdeka juga mencakup prinsip-prinsip dari Taman Siswa, seperti Panca Dharma, konstruktivisme, dan sistem among. Meskipun demikian, terdapat penyesuaian dalam implementasi konsep-konsep tersebut, seperti sistem fase yang lebih fleksibel dan penerapan sistem asrama yang terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka dan konsep Taman Siswa memiliki kesamaan dalam prinsip perancangan dan pendekatan pembelajaran, namun implementasinya disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.