Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KOTA DENPASAR I Gusti Ayu Agung Diah Pradnya Putri; Ni Putu Eka Wahyuni; I Gede Cahyadi Putra; Ni Putu Yuria Mendra; Luh Gde Novitasari
JUIMA : JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol. 13 No. 2 (2023): JUIMA : JURNAL ILMU MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa adalah sebuah lembaga keuangan milik masyarakat desa yang memiliki tujuan untuk mengoptimalkan kekayaan aset desa dan mendukung kegiatan usaha serta kesejahteraan masyarakat desa terutama Provinsi Bali. Penelitian ini memiliki tujuan guna untuk menguji serta mendapatkan bukti empiris peran teknologi informasi dalam memoderasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan LPD di Kota Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 153 karyawan operasional yang bekerja menggunakan teknologi informasi di Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar yang sudah terdaftar di LPLPD Kota Denpasar. Penentuan sampel dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode proportional random sampling. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan LPD. Sistem Pengendalian Internal memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan LPD. Teknologi informasi dapat memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja keuangan LPD. Teknologi informasi tidak dapat memoderasi pengaruh sistem pengendalian internal terhadap kinerja keuangan LPD. Berdasarkan penelitian ini, diharapkan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar dapat meningkatkan kinerjanya dengan memperbaiki penerapan sistem pengendalian internal. Selain itu, pelatihan dalam menggunakan teknologi infromasi diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efisien untuk mencapai kinerja keuangan yang lebih baik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN Ni Putu Candra Diva Saraswati; Luh Gde Novitasari; Luh Putu Widhiastuti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5239

Abstract

Nilai perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 perusahaan dengan periode penelitian selama 3 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi dokumentasi pada perusahaan sektor makanan dan minuman selama tahun 2022-2024. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan likuiditas, kebijakan dividen dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2022-2024. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel independen lain, seperti pertumbuhan perusahaan, struktur kepemilikan, arus kas bebas, inflasi, suku bunga, maupun kondisi makroekonomi.