Konsistensi mutu produk merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan UMKM pangan yang memosisikan diri sebagai produsen premium. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Statistical Quality Control (SQC) dalam menjaga stabilitas kualitas produk UMKM Dapur Emilly di Kota Solok serta menelaah relevansinya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara pendukung, dan dokumentasi selama sepuluh periode produksi. Analisis dilakukan menggunakan check sheet dan p-chart untuk mengidentifikasi tingkat kecacatan dan kestabilan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase produk cacat sebesar 4,13% dan seluruh titik pengamatan berada dalam batas kendali statistik (in control), yang menandakan proses produksi relatif stabil. Jenis kecacatan dominan adalah kematangan tidak merata (36,7%), yang mengindikasikan perlunya standardisasi suhu dan waktu pemanggangan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan SQC secara sederhana efektif dalam menjaga konsistensi mutu dan mendukung strategi diferensiasi berbasis kualitas pada UMKM pangan. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada kajian ekonomi Islam dengan menunjukkan bahwa praktik pengendalian kualitas berbasis statistik dapat dipahami sebagai implementasi nilai amanah, ihsan, dan itqan dalam aktivitas produksi, sehingga kualitas produk tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab etis pelaku usaha kepada konsumen.