This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Wahyudiatno, Arief
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Kekerasan Terhadap Kelompok Marjinal (Analisis Genre Pada Film Bomb City) Wahyudiatno, Arief
The Commercium Vol. 4 No. 1 (2021): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v4i1.38688

Abstract

Bomb City merupakan film karya James Brooks dan Sheldon R. Chick yang merepresentasikan kekerasan terhadap kelompok marjinal. Penelitian ini menggunakan metode analisis genre milik Jane Stokes sebagai pisau bedah dalam menganalisa konvensi genre dan interpretasi makna dalam film. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen yang telah disiapkan, guna memperoleh informasi data yang telah disiapkan. Peneliti mengumpulkan data dengan menonton film Bomb City dan memperhatikan setiap scnene untuk memahami dan mendeskripsikan karakteristik yang sesuai dengan skema dasar genre. Hasil temuan data dari penelitian ini menunjukkan bahwa representasi dan konvensi genre dalam film Bomb City berdasarkan analisa 6 konvensi genre milik Jane Stokes yaitu: Pertama, setting. Menunjukkan setting waktu siang dan malam. Setting suasana: menegangkan, mencekam, emosional, persahabatan, dan mengharukan. Setting tempat: Gedung kosong, rumah orangtua Brian, penjara, parkiran, dan ruang persidangan. Kedua, lokasi. Menunjukkan lokasi Indoor dan Oudoor(ruang tertutup dan ruang terbuka). Ketiga, karakter. Yaitu: BrianDeneke, CodyCates, King, Jade, Jason, dan Oles. Keempat, Ideologi dan Makna Pesan. Kelima, plot. Dengan pola non-linier (foreshadowing atau alur maju-mundur). Keenam, struktur naratif. Dengan struktur babak tiga tahap yaitu permulaan, pertengahan dan penutupan. Di mana pada masing masing konvensi merepresentasikan realitas yang ada di kehidupan masyarakat diantaranya: kesenjangan sosial, dan ketidakadilan. Dari beberapa hal tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa film sebagai media penyampai pesan secara massal dapat merepresentasikan realita sosial yang kerap kali terjadi di kehidupan masyarakat.