Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Balai RW di Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya, merupakan inisiatif Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi kompleksitas tantangan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Fokusnya adalah pada penguatan ketahanan keluarga melalui layanan preventif dan promotif. Fasilitator PUSPAGA, sebagai elemen kunci, memainkan peran penting dalam kesuksesan program terutama dalam layanan sosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi upaya optimalisasi peran fasilitator. Melalui observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menggambarkan strategi, tantangan, dan dampak positif yang dihasilkan. Fasilitator memainkan peran krusial dalam sosialisa program PUSPAGA dan kelas parenting melalui door-to-door, serta sosialiasi materi edukasi dan parenting. Menggunakan model implementasi Teori Edward III, penelitian ini menyoroti komunikasi efektif, ketersediaan sumber daya, karakter pelaksana kebijakan, dan struktur birokrasi sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya partisipasi masyarakat dan jadwal yang sulit disesuaikan, fasilitator berhasil mengatasi dengan solusi kreatif. Dukungan masyarakat dan karakteristik positif fasilitator menjadi pendorong keberhasilan program. Kesimpulannya, Program PUSPAGA memberikan dampak positif dalam pemberdayaan keluarga. Rekomendasi termasuk penguatan kepengurusan, peningkatan sosialisasi, optimalisasi media sosial, dan evaluasi yang lebih baik untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak positif program ini di kedepannya.Kata kunci: Fasilitator, Optimalisasi, Puspaga, Sosialisasi