Meilani Aritonang, Gracia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA UNGKAPAN ANAK DO HAMATEAN BORU DO HANGOLUAN PADA ETNIK BATAK TOBA DI DUSUN TANJUNG BERINGIN Meilani Aritonang, Gracia; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2710-2721

Abstract

Ungkapan adalah cara pandang seseorang dalam memahami makna hidup dan prinsip yang digunakan sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat  di Dusun Tanjung Beringin memaknai ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan, serta cara mengimplementasikan dan dampak dari ungkapan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan adalah ungkapan yang dimaknai dalam pengelompokan anak (anak laki-laki) sebagai kematian yaitu harus bisa menggantikan peran orangtua yang sudah meninggal bagi saudaranya, sedangkan boru (anak perempuan) yang bertanggungjawab mengurus orangtua dalam keadaan sehat maupun sakit. Hal itu terlihat dalam keseharian masyarakat etnik Batak Toba di dusun Tanjung Beringin, anak perempuan cenderung lebih dekat dengan orangtua dibandingkan dengan anak laki-laki, tetapi yang mempunyai hak dalam pembagian harta warisan adalah laki-laki.