Konsep dramaturgi dalam konteks profesi barista, yang merupakan bagian integral dari budaya kopi modern. Penelitian ini bertujuan mengetahui kehidupan barista dalam membangun front stage dimedia sosial dan kehidupan back stage barista dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menggali peran, interaksi, dan simbolisme yang terjadi di balik layar di Coffee Shop. Temuan menyoroti bagaimana barista tidak hanya sebagai pembuat minuman, tetapi juga aktor sosial yang memainkan peran dalam menciptakan pengalaman yang unik bagi pelanggan. Barista membangun personal branding di media sosial untuk meningkatkan eksistensi diri dan market pemasaran Coffee Shop namun di dunia kerja personal branding dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas sebagai seorang barista. Barista menjadi profesi utama dan sumber penghasilan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari karena penghasilan tidak sepadan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti tanggungan dan gaya hidup barista. Panggung depan barista dilihat dari bagaimana cara barista membangun personal branding di media sosial dan kinerja serta profesionalitas dalam bekerja. Sedangkan kehidupan belakang panggung barista dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari dan pembahasan gaya hidup barista. Implikasi praktis dan teoretis dari penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pemahaman tentang peran barista dalam industri kopi serta interaksi dan profesionalitas di dalamnya.