Kesejahteraan psikologis merupakan kemampuan individu untuk menerima keadaan di dalam dirinya serta mengembangakn potensi di dalam dirinya. Ciri individu yang memiliki kesejahteraan psikologis rendah yaitu adanya perasaan ketidakpercayaan di dalam diri. perempuan usia dewasa muda identik dengan kesejahteraan psikologis rendah, hal ini dikarenakan tuntutan karier yang dialami perempuan serta pandangan buruk terhadap bentuk tubuh. Pandangan buruk terhadap bentuk tubuh sering didefinisikan sebagai ketidakpuasan terhadap tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui peran ketidakpuasan bentuk tubuh terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa muda di Bali. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan jenis sampling insidental. Karakteristik subjek di dalam penelitian ini yaitu perempuan berdomisili di Bali dengan rentang usia 18-25 tahun. Skala Kesejahteraan Psikologis menggambarkan 92,2% variasi skor murni subjek penelitian serta Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh menggambarkan 80,4% variasi skor murni subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran negatif antara Ketidakpuasan terhadap Tubuh dengan kesejahteraan psikologis dengan koefisien beta tidak terstandarisasi sebesar -0,828. Peran negatif mengindikasikan semakin tinggi ketidakpuasan terhadap tubuh maka semakin rendah kesejahteraan psikologis, sebaliknya semakin rendah ketidakpuasan terhadap tubuh maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana cara meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa muda di Bali.