Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai-nilai Islam Melalui Wirid Jumat Berkah di Desa Bulu Duri Nurhayani, Nurhayani; Hajarini, Fitri Adisti; Thahir, Fatiha Arrahmi; Rahmadayanti, Putri; Nst, Khairatun Nisah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/rcv1am11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Islam melalui kegiatan Wirid Jumat Berkah di Desa Bulu Duri serta menganalisis dampaknya terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket kepada jamaah, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wirid Jumat Berkah berperan penting sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam seperti keikhlasan, kesabaran, kepedulian sosial, gotong-royong, dan ukhuwah Islamiyah. Kegiatan yang meliputi pembacaan wirid, tausyah, dan pembagian sedekah ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial antarwarga. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya karakter religius, kedisiplinan beribadah, serta kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung utama meliputi komitmen tokoh agama dan konsistensi pelaksanaan, sedangkan hambatannya adalah kurangnya partisipasi generasi muda dan keterbatasan dana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Wirid Jumat Berkah merupakan bentuk pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membangun masyarakat pedesaan yang religius, berakhlak mulia, dan harmonis.
Pandangan Tokoh Agama terhadap Pemanfaatan dan Penyewaan Objek Gadai (Marhun) serta Unsur Riba dalam Praktik Gadai di Martapura Rahmadayanti, Putri
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1632

Abstract

Gadai (rahn) merupakan akad yang dibolehkan dalam Islam sebagai sarana jaminan atas utang. Namun demikian, dalam praktik masyarakat Martapura, kerap dijumpai pemanfaatan dan penyewaan objek gadai (marhun) oleh penerima gadai (murtahin), terutama dalam kasus gadai rumah dan tanah. Praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum, khususnya terkait larangan riba dan prinsip keadilan dalam muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan tokoh agama terhadap fenomena tersebut dengan pendekatan fikih kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama di Martapura, disertai analisis normatif berdasarkan literatur fikih kontemporer dan fatwa lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tokoh agama memandang pemanfaatan dan penyewaan marhun oleh murtahin tidak dibenarkan apabila menghasilkan keuntungan ekonomis yang tidak diperhitungkan sebagai pengurang utang, karena termasuk dalam kategori riba qardh. Dalam perspektif fikih kontemporer, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan, maqāṣid al-syarī‘ah, dan perlindungan terhadap pihak yang lemah. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang praktik gadai di masyarakat agar sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.