Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARSITEKTUR REGENERATIF SEBAGAI STRATEGI PEMULIHAN RUANG KOMUNAL MASYARAKAT MELAYU DI KAWASAN PESISIR TANJUNGPINANG Vania, Chelsy; Pangestu, F. Tatang H.
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35570

Abstract

Modernization in the era of globalization has led to the degradation of communal living spaces, which served as centers of social interaction, due to the influence of individualism. The “hutan-tanah” space as a cultural identity and communal Lebensraum faces sustainable threats due to social-cultural and ecological shifts. This study aims to identify the impacts of these changes and formulate the role of architecture as a medium for restoration through a regenerative design approach that holistically and contextually integrates local wisdom and sustainability principles. The research method used is qualitative with case study analysis, while the design method is based on the Activity, Environment, Interaction, Object, User (AEIOU) observation model. Data were collected through literature review and secondary sources to support field observations. The findings indicate that Tanjungpinang has experienced a signifiact reduction in green spaces, necessitating ecological regeneration and the use of environmentally friendly technologies. The Gurindam 12 reclamation site was selected due to its strategic position adjacent to Malay cultural landmarks. This research recommends the development of sustainable tourism infrastructure and the active involvement of local communities in preserving cultural and environmental sustainability of the coastal areas. Keywords: communal living space; Malay culture; regenerative architecture; Tanjungpinang City Abstrak Modernisasi pada era globalisasi menyebabkan ruang hidup komunal yang menjadi pusat berlangsungnya interaksi sosial perlahan mengalami degradasi oleh nilai individualisme. Ruang “hutan-tanah” sebagai identitas budaya dan Lebensraum komunal budaya Melayu mengalami ancaman keberlanjutan akibat pergeseran sosial, budaya, dan ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perubahan dan peran arsitektur sebagai medium pemulihan melalui pendekatan regeneratif yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal serta prinsip keberlanjutan secara holistik dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus dan metode perancangan dilakukan dengan observasi Activity, Environment, Interaction, Object, User (AEIOU). Pengumpulan data melalui studi literatur dengan data sekunder untuk mendukung temuan lapangan pada observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tanjungpinang mengalami pengurangan ruang hijau yang memerlukan intervensi regenerasi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Tapak reklamasi Gurindam 12 juga dipilih karena posisi strategis dengan bangunan bersejarah Melayu. Penelitian ini memberikan rekomendasi pengembangan infrastruktur wisata berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di kawasan pesisir.
REVITALISASI BANGUNAN PASAR BURUNG DI DAERAH PRAMUKA DENGAN ARSITEKTUR REGENERATIF Gunawan, Silvia Amanda; Pangestu, F. Tatang H.
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35571

Abstract

This project is a response to the current condition of Pasar Burung Pramuka, a long-standing destination for bird enthusiasts in Jakarta. The market is known for offering a wide variety of bird species, yet its physical condition has significantly deteriorated. The aging, dilapidated, and unhygienic structure creates discomfort for all users—sellers, buyers, and the birds themselves. Through the application of Habitable architecture principles, this project aims to revitalize Pasar Burung Pramuka into a more humane and ecological space. The revitalization will not only improve the physical quality of the building but also foster a healthier, cleaner, and more comfortable environment that considers the needs of all living beings within it, including the birds. The proposed design incorporates natural lighting, cross-ventilation, the use of environmentally friendly materials, and a more organized spatial zoning. With this approach, the market is expected to function more optimally and sustainably, while also generating positive impacts not only in terms of economy but also in culture and ecology. This project seeks to emphasize that traditional markets can be uplifted through thoughtful and human-centered architectural approaches. Keywords:  Birds; Habitable; Market; Regenerative architecture; Revitalization Abstrak Proyek ini merupakan respons terhadap kondisi Pasar Burung Pramuka, sebuah tempat yang telah lama menjadi destinasi utama bagi para penggemar burung di Jakarta. Pasar ini dikenal karena menjual berbagai macam jenis burung, namun kondisi fisik bangunannya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Struktur pasar yang sudah tua, kumuh, dan tidak higienis menimbulkan ketidaknyamanan bagi seluruh pengguna—baik itu penjual, pembeli, maupun burung-burung yang diperdagangkan. Melalui pendekatan arsitektur layak huni, proyek ini bertujuan untuk merevitalisasi Pasar Burung Pramuka agar menjadi ruang yang lebih manusiawi dan ekologis. Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki kualitas fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, nyaman, serta memperhatikan kebutuhan makhluk hidup di dalamnya, termasuk burung. Desain yang diajukan akan mempertimbangkan aspek pencahayaan alami, ventilasi silang, penggunaan material ramah lingkungan, serta zonasi yang lebih tertata. Dengan upaya ini, diharapkan pasar dapat berfungsi lebih optimal dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga budaya dan ekologi. Proyek ini ingin menegaskan bahwa pasar tradisional pun dapat diangkat kualitasnya melalui pendekatan arsitektur yang bijak dan manusiawi.