The worsening air quality in densely populated urban areas such as Jenderal Sudirman, Central Jakarta, has a direct impact on public health and the comfort of everyday activity spaces. This area experiences a significant increase in pollution due to traffic congestion and intensive commercial activity. These conditions demand architectural solutions that are not only functional but also responsive to ecological issues. This study aims to design a healthy building that supports work and social activities through the integration of an independent air filtration system using regenerative and biophilic design approaches. The selected site is a vacant plot in a highly polluted area, enabling the design strategy to be implemented from the early planning stage. This research uses a qualitative approach through literature review and case studies. The literature review builds a theoretical foundation regarding air filtration technologies and indoor air quality standards, while case studies analyze architectural projects that have applied similar approaches. The study includes systems such as Pureti-coated Neolith panels, Chlorella-based microalgae (PhotoSyntheticaâ„¢), and high-standard HVAC integrated with vegetation and open spaces. The results show that integrating air filtration systems into architectural elements can improve air quality while enhancing the spatial experience. This design is expected to serve as a reference and inspiration for developing prototype healthy buildings in highly polluted urban areas. Keywords: air; biophilic; office; pollution; regenerative Abstrak Kualitas udara yang memburuk di kawasan urban padat seperti Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kenyamanan ruang aktivitas sehari-hari. Kawasan ini mengalami peningkatan polusi yang signifikan akibat kepadatan lalu lintas dan aktivitas komersial intensif. Kondisi ini menuntut solusi desain arsitektur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap isu ekologis. Penelitian ini bertujuan merancang bangunan sehat yang mendukung aktivitas kerja dan sosial melalui integrasi sistem penyaring udara mandiri dengan pendekatan regeneratif dan desain biophilic. Tapak yang dipilih merupakan lahan kosong di kawasan dengan tingkat polusi tinggi, memungkinkan strategi desain diterapkan sejak tahap awal perancangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan studi kasus. Kajian literatur dilakukan untuk membangun dasar teori mengenai teknologi penyaring udara dan standar kualitas udara dalam ruang, sedangkan studi kasus digunakan untuk menganalisis proyek-proyek relevan yang telah menerapkan pendekatan serupa dalam konteks arsitektural. Studi mencakup sistem seperti panel Neolith berlapis Pureti, mikroalga Chlorella (PhotoSyntheticaâ„¢), serta sistem HVAC berstandar tinggi yang terintegrasi dengan vegetasi dan ruang terbuka. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi sistem penyaring udara dalam elemen arsitektural dapat meningkatkan kualitas udara sekaligus memperkaya pengalaman ruang. Desain ini diharapkan menjadi referensi dan inspirasi bagi pengembangan prototipe bangunan sehat di kawasan urban dengan tekanan polusi tinggi.