Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Perilaku Konsumtif di Era Digital dalam Perpektif Psikologi Islam Cahyani, Pramesti
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 6 (2025): Oktober: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v1i6.297

Abstract

The phenomenon of consumer behavior in the digital era has become a major concern due to advances in technology and social media that influence people's lifestyles. Consumer behavior is often driven by the desire to meet social standards and achieve instant gratification, resulting in waste and negatively impacting mental health. In Islam, consumer behavior is defined as israf, an excessive attitude that contradicts the values of convenience. From an Islamic psychology perspective, spiritual approaches such as patience and gratitude are effective solutions to address this behavior. Patience teaches self-restraint and emotional control, while gratitude encourages individuals to appreciate God's blessings and utilize them wisely. This study aims to analyze the phenomenon of consumer behavior in the digital era from an Islamic psychology perspective through a literature review method. The results are expected to provide theoretical and practical contributions in developing a holistic approach to addressing consumer behavior.
Transformasi Makna Pernikahan pada Generasi Z dalam Konteks Fenomena “Marriage Is Scary”: Tinjauan Literatur Review Cahyani, Pramesti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2154

Abstract

Fenomena "Marriage is Scary" di kalangan Generasi Z mencerminkan ketakutan yang berkembang terhadap pernikahan, yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ketidakpastian ekonomi, dan trauma emosional. Dalam ajaran Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun, persepsi Generasi Z terhadap pernikahan cenderung lebih pragmatis dan penuh kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna pernikahan dalam perspektif Islam, serta faktor-faktor yang menyebabkan munculnya fenomena "Marriage is Scary" di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan disebabkan oleh trauma masa lalu, ketimpangan peran gender, kekhawatiran finansial, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, untuk mengatasi persepsi negatif ini, diperlukan pendekatan pendidikan agama yang lebih mendalam mengenai pernikahan sebagai ibadah dan pentingnya pemahaman nilai-nilai spiritual dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkah.