Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN KOMPLEMENTER DALAM MENGELOLA KELELAHAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) PASKA PROSEDUR HEMODIALYSIS: SCOPING REVIEW Muhammad Irham Ilahia; Satriya Pranata
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/0865xh28

Abstract

Introduction: Fatigue is a common, persistent, and significant secondary symptom in Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing Hemodialysis (HD) as renal replacement therapy. This symptom substantially lowers patients' quality of life and is an urgent nursing problem. Although conventional management is pharmacological, non-pharmacological complementary interventions are increasingly considered as safe and effective adjuvant therapies. Scientific evidence regarding the types and effectiveness of these interventions remains scattered. Objective: This study aims to explore and synthesize the literature on the types and effectiveness of complementary therapies used as interventions to reduce fatigue in CKD patients after hemodialysis procedures. Methods: This scoping review was conducted to map the available evidence from four databases (ScienceDirect, PubMed, Garuda, and Scholar). The inclusion criteria were original, full-text, open-access articles published in the last five years (2021–2025) discussing interventions to address post-HD fatigue. Articles that passed the screening were assessed for quality using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Data synthesis and analysis were performed to summarize the findings. Results: Five articles meeting the eligibility criteria were identified and synthesized. Complementary interventions proven effective in reducing post-HD fatigue include: Intradialytic Exercise, Relaxation Exercise, Foot Reflexology, smartphone-based Recreational Therapy, and a combination of Lavender Aromatherapy with Slow Deep Breathing. Intradialytic Exercise showed the highest effectiveness, with up to an 81% reduction in fatigue symptoms when performed aerobically (>20 minutes during the first 2 hours of the HD session). Relaxation Exercise also showed a huge effect size. The mechanisms of effectiveness for these interventions involve improved blood circulation, reduced stress and muscle tension, and improved energy balance. Conclusion: There is strong evidence for the effectiveness of various types of non-pharmacological complementary therapies as adjunct treatments in the management of fatigue in post-hemodialysis CKD patients. Integrating these interventions, particularly Intradialytic Exercise and Relaxation Exercise, is recommended to be included in routine nursing care protocols to enhance the quality of life for HD patients..
Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dalam Penanganan Perdarahan Melalui Program SARAGA di Kelurahan Plamongansari Rindang Putri Mayda; Muhammad Irham Ilahia; Dianita Dwi Puspita; Muh Nurkharistna Al Jihad; Satriya Pranata Pranata
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1531

Abstract

Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat agar nyawa korban dapat diselamatkan serta mencegah terjadinya komplikasi berat. Salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering dijumpai di masyarakat adalah perdarahan, baik akibat luka luar, kecelakaan, maupun trauma dalam. Perdarahan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan syok hipovolemik bahkan kematian. Namun demikian, sebagian besar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai cara melakukan pertolongan pertama pada perdarahan. Hal ini menjadi dasar perlunya edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi situasi gawat darurat. Program SARAGA (Satu Rumah Satu Caregiver) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim PPK Ormawa HIMAPERSA Universitas Muhammadiyah Semarang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penanganan perdarahan melalui pelatihan dan edukasi langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest–Posttest yang melibatkan 35 ibu rumah tangga di Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tiga tahap, yaitu pengukuran awal (pre-test), pemberian edukasi dan pelatihan hands-on tentang pertolongan pertama perdarahan, serta pengukuran ulang (post-test). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, dari 22 orang berkategori baik menjadi 33 orang setelah intervensi. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama perdarahan dengan benar. Kesimpulannya, Program SARAGA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menghadapi kegawatdaruratan perdarahan serta berpotensi diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu dan PKK guna memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan masyarakat.