Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of Papaya Seed on Mortality and Midgut Histopathology in Aedes aegypti Larvaes Agustini, Cynthia; Hasmiwati, Hasmiwati; Afriwardi
Frontiers on Healthcare Research Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v2.n2.p66-75.2025

Abstract

Background: Indonesia is an endemic region for Dengue infection. The World Health Organization (WHO) reported Dengue as one of the top ten global health threats in 2020. Dengue is a viral infection transmitted primarily by the Aedes aegypti mosquito, causing Dengue Fever and Dengue Hemorrhagic Fever. Temephos 1.25% has been the WHO recommended standard larvicide. However, prolonged use and continuously increasing doses may result in resistance and toxicity, posing risks to the environment and human health. This necessitates the discovery of alternative larvicides that are effective in killing larvae with minimal side effects, particularly those derived from natural materials. Methods: This research intends to illustrate the impact of papaya seed extract on the death rate of larvae and the histopathological changes in the midgut of Ae. aegypti larvae. A genuine experimental framework featuring a control group with only post-testing was utilized for this investigation. The sample comprised 750 Ae. aegypti larvae, which were categorized into six groups: one negative control group (aquades), one positive control group (temephos 1. 25%), and four treatment groups using papaya seed extract at varying concentrations of 2 mg/ml (P1), 2. 5 mg/ml (P2), 3 mg/ml (P3), and 3. 5 mg/ml (P4). Results: The results showed that all larvaes died within 24 hours in the positive control, P1, P2, P3, and P4 groups. Probit analysis of papaya seed extract revealed LC50 at 2.599 mg/ml and LC90 at 4.776 mg/ml after 8 hours of exposure. Conclusion: This study concludes that papaya seed extract affects larval mortality and midgut histopathology alterations in Ae.aegypti larvae. These findings indicate that papaya seed extract holds great potential as a natural and environmentally safe as alternative larvicide to disrupt the development of dengue fever vectors.
The Impact of Green Supply Chain and Digitalization on Environmental Sustainability in Healthcare Clinics: The Moderating Role of Digitalization Syahfitri, Rini; M Zai, Yovita Yulia; Agustini, Cynthia
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38753

Abstract

Green Supply Chain Management (GSCM) has received increasing attention as a strategy to minimize the environmental impact of the healthcare supply chain. Not only GSCM, but digitalization practices are also believed to improve efficiency and reduce operational costs. This study aims to examine the role of digitalization as a reinforcing factor in the effectiveness of GSCM practices for environmental sustainability. This research began with hypothesis preparation, which consisted of three hypotheses. Furthermore, data on the assessment of the relationship between digitalization, green supply chain, and environmental sustainability were collected through questionnaires to Health Clinics in Padang. Data processing was carried out using the Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method with SmartPLS 3.0. The processing stages consist of structural model design, measurement model design, path diagram design, model evaluation, hypothesis testing, and IPMA analysis. From the processing results, digitalization and a green supply chain both make significant contributions to environmental sustainability at the Padang Health Clinic. Furthermore, based on IPMA's analysis, the implementation of green supply chain aspects and digitalization in the field has reached 69%. Nonetheless, there is still room for improvement to achieve better environmental sustainability. Therefore, to achieve environmental sustainability, health clinics need to emphasize and implement green supply chain and digitalization indicators.  Keywords: Digitalization, Sustainability, Green Supply Chain, Healthcare, PLS-SEM
Model Konseptual Pengaruh Green supply chain dan Digitalisasi terhadap Keberlanjutan Lingkungan di Klinik Kesehatan Rini Syahfitri; Yovita Yulia M zai; Cynthia Agustini
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/v5744h47

Abstract

Isu keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan fasilitas layanan kesehatan seiring meningkatnya timbulan sampah medis seperti jarum suntik, limbah infeksius, dan bahan kimia berbahaya. Penerapan green supply chain relevan karena mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas rantai pasok, sementara digitalisasi berperan dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketahanan proses pengelolaan. Penelitian ini bertujuan merancang model konseptual yang mengintegrasikan green supply chain dan digitalisasi sebagai strategi untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan pada klinik kesehatan di Kota Padang. Metode penelitian diawali dengan identifikasi indikator melalui telaah literatur, dilanjutkan dengan validasi oleh lima pakar menggunakan indeks Aiken (Aiken’s V), serta penyusunan model konseptual yang menghubungkan green supply chain, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi dan memvalidasi 15 indikator green supply chain, 14 indikator digitalisasi, dan 14 indikator keberlanjutan lingkungan. Seluruh indikator memperoleh nilai Aiken’s V ≥ 0,75, yang menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori validitas tinggi hingga sangat tinggi. Hasil validasi menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis, efisiensi energi, dan pemilihan pemasok ramah lingkungan merupakan elemen paling krusial dalam praktik green supply chain. Pada dimensi digitalisasi, indikator terkuat meliputi keamanan data, penggunaan sistem informasi elektronik, dan ketersediaan akses perangkat digital. Sementara itu, penerapan teknologi hemat energi dan sistem pengelolaan limbah klinik menjadi indikator utama dalam keberlanjutan lingkungan karena kontribusinya yang signifikan terhadap pengurangan dampak ekologis. Model konseptual yang dihasilkan memberikan kerangka praktis bagi pemilik dan pengelola klinik dalam merancang strategi pengelolaan rantai pasok dan limbah medis yang lebih efisien, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sekaligus menjadi acuan bagi perumusan kebijakan di sektor layanan kesehatan.
Model Konseptual Pengaruh Green supply chain dan Digitalisasi terhadap Keberlanjutan Lingkungan di Klinik Kesehatan Rini Syahfitri; Yovita Yulia M zai; Cynthia Agustini
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/v5744h47

Abstract

Isu keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan fasilitas layanan kesehatan seiring meningkatnya timbulan sampah medis seperti jarum suntik, limbah infeksius, dan bahan kimia berbahaya. Penerapan green supply chain relevan karena mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas rantai pasok, sementara digitalisasi berperan dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketahanan proses pengelolaan. Penelitian ini bertujuan merancang model konseptual yang mengintegrasikan green supply chain dan digitalisasi sebagai strategi untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan pada klinik kesehatan di Kota Padang. Metode penelitian diawali dengan identifikasi indikator melalui telaah literatur, dilanjutkan dengan validasi oleh lima pakar menggunakan indeks Aiken (Aiken’s V), serta penyusunan model konseptual yang menghubungkan green supply chain, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi dan memvalidasi 15 indikator green supply chain, 14 indikator digitalisasi, dan 14 indikator keberlanjutan lingkungan. Seluruh indikator memperoleh nilai Aiken’s V ≥ 0,75, yang menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori validitas tinggi hingga sangat tinggi. Hasil validasi menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis, efisiensi energi, dan pemilihan pemasok ramah lingkungan merupakan elemen paling krusial dalam praktik green supply chain. Pada dimensi digitalisasi, indikator terkuat meliputi keamanan data, penggunaan sistem informasi elektronik, dan ketersediaan akses perangkat digital. Sementara itu, penerapan teknologi hemat energi dan sistem pengelolaan limbah klinik menjadi indikator utama dalam keberlanjutan lingkungan karena kontribusinya yang signifikan terhadap pengurangan dampak ekologis. Model konseptual yang dihasilkan memberikan kerangka praktis bagi pemilik dan pengelola klinik dalam merancang strategi pengelolaan rantai pasok dan limbah medis yang lebih efisien, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sekaligus menjadi acuan bagi perumusan kebijakan di sektor layanan kesehatan.