Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Cakupan imunisasi yang optimal sangat penting untuk mencapai kekebalan kelompok dan mencegah wabah penyakit infeksius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran cakupan imunisasi dasar dan lanjutan pada balita di wilayah studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 balita menjadi responden penelitian. Data diperoleh melalui pencatatan status imunisasi berdasarkan jenis vaksin yang telah diterima, kemudian dianalisis secara frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan imunisasi Hepatitis B 0 mencapai 38 balita (76%), sedangkan imunisasi BCG tercapai pada 31 balita (62%). Namun, cakupan imunisasi DPT-HB Combo 1, 2, dan 3 masing-masing hanya sebesar 32%, 24%, dan 20%. Cakupan imunisasi IPV 1, 2, dan 3 masing-masing tercatat sebesar 18%, 16%, dan 16%. Pada imunisasi Polio 1 tercapai 44%, Polio 2 sebesar 34%, Polio 3 dan Polio 4 masing-masing sebesar 26%. Untuk imunisasi Campak, hanya 22% balita yang telah menerima vaksinasi, sementara DPT-HB Combo Lanjutan dan Campak Lanjutan masing-masing baru tercapai pada 6% dan 12% balita. Secara umum, ditemukan bahwa cakupan imunisasi balita masih rendah, terutama pada imunisasi lanjutan dan booster. Cakupan imunisasi dasar dan lanjutan pada balita masih jauh dari target universal, dengan sebagian besar balita belum menerima vaksinasi lengkap sesuai jadwal. Upaya peningkatan edukasi kepada orang tua serta optimalisasi layanan imunisasi di fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan untuk meningkatkan cakupan dan mencegah terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi