Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCESS PADA UMKM MIE AYAM DZOHIR PALEMBANG Siti Luthfiah; Bainil Yulina; Eka Jumarni Fithri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akuntansi, Bisnis & Ekonomi Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Akuntansi Bisnis dan Ekonomi (JPMABE)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14699831

Abstract

Artikel ini membahas tentang rancangan sistem informasi akuntansi terhadap pencatatan penjualan tunai menggunakan Microsoft Access pada UMKM MD dengan tujuan untuk mempercepat, meningkatkan akurasi, dan relevansi pembuatan laporan penjualan tunai. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan pada artikel ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh penulis maka ditemukan masalah yakni perusahaan masih menggunakan sistem pencatatan secara manual sehingga sering terjadinya beberapa kekeliruan perhitungan dan kesalahan dalam pencatatan pada transaksi penjualan. Berdasarkan masalah tersebut, penulis memberikan solusi yakni mengenai perancangan aplikasi sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada UMKM MD yang dilakukan dengan Microsoft Access melalui tahap analisis kelayakan penerapan sistem, kelemahan sistem lama, perancangan aplikasi dan hasil pengujian aplikasi. Aplikasi perancangan ini menghasilkan bukti pembayaran (struk), laporan penjualan, laporan penjualan per barang, jurnal umum, dan buku besar. Penulis merekomendasikan agar perusahaan beralih ke sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang telah dikembangkan secara komputerisasi, serta mempertimbangkan pengembangan sistem di masa depan untuk kebutuhan perusahaan.
DINAMIKA IZIN PENGELOLAAN PERTAMBANGAN MUHAMMADIYAH: KAJIAN FIKIH EKOLOGI Siti Luthfiah; Anisa Wijayanti; M. Syafrie Ramadhan; Maris Zayyanurroihan; Bella Reziana
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3186

Abstract

 Abstract: This article explores the social and religious dynamics that have emerged following the government’s issuance of mining management permits to religious organizations, with a spesicific focus on Muhammadiyah. The study employs a qualitative approach using library research and content analysis methods, concentrating on three main areas: first, public responses both supportive and critical that have surfaced on social media; second, the perspective of Islamic ecological jurisprudence (fiqh al-bi’ah) on the exploitation of natural resources; and third, the concrete steps taken by Muhammadiyah in reflecting ecological jurisprudence in its approach. The findings indicate that, despite notable public resistance, Muhammadiyah does not simply abandon Islamic foundational values in accepting the mining concession. Through the five principles of maqasid al-shari’ah and institutional strategies such as the formation of professional business entities, Muhammadiyah strives to develop an ethical ad responsible model for resource management. Keyword: islamic ecological jurisprudence;mining;religious organizations;public controversy. Abstrak: Artikel ini mengkaji dinamika sosial dan keagamaan yang muncul pasca-pemberian izin usaha pertambangan oleh pemerintah kepada ormas keagamaan, dengan fokus khusus pada Muhammadiyah. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan dan analisis isi, dengan fokus pada tiga bidang utama: pertama, tanggapan masyarakat yang mendukung maupun mengkritik yang mengemuka di media sosial; kedua, perspektif fikih ekologi Islam (fiqh al-bi’ah) tentang eksploitasi sumber daya alam; dan ketiga, langkah konkret yang ditempuh Muhammadiyah dalam merefleksikan fikih ekologi dalam pendekatannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun ada penolakan dari masyarakat, Muhammadiyah tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai dasar Islam dalam menerima konsesi pertambangan. Melalui lima prinsip maqasid al-shari’ah dan strategi kelembagaan seperti pembentukan badan usaha profesional, Muhammadiyah berupaya mengembangkan model pengelolaan sumber daya yang etis dan bertanggung jawab. Kata kunci: yurisprudensi ekologi islam, pertambangan, organisasi keagamaan, kontroversi publik.