Mustaqim, Moh. Mustaqim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN  KETERAMPILAN BACA AL-QUR’ANBAGI SISWA SMP NEGERI 42 SURABAYA: UPAYA  MENINGKATKAN KECINTAAN PADA AL QUR’AN DI KELUARAHAN ASEMROWO SURABAYA Mustaqim, Moh. Mustaqim; Hanin, Al Yani; Umala, Hanum Liza
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/2k7v1041

Abstract

Al-Qur’an merupakan firman Allah sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Mempelajari al-Qur’an salah satu ibadah yang mulia kepada Allah. Namun di masa modern ini masih banyak siswa SMP yang belum bisa terampil membaca al-Qur’an dengan baik sesuai dengan kaidah tajwid, ghorib, serta memahami, dan mencintainnya. Padahal membaca, mempelajari dan memahami memiliki memfaat dan keistimewaan yang mulia dibandingkan dengan yang lain. Kegiatan pendampingan dalam keterampilan membaca dan mencintai al-Qur’an merupakan bentuk kepedulian kepada siswa SMP Negeri 42 Surabaya yang merupakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di SMP Negeri 42 Surabaya kelurahan Bubutan Surabaya. Adapun tujuan dari kegiatan ini : a) keterampilan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan Siswa, b) meningkatkan kecintaan kepda al-Qur’an dengan pembiasaan membaca al-Qur’an, c) upaya meningkatkan pemahaman terhadap al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah maraknya perkembangan teknologi yang semakin canggih. Pendampingan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menggunakan metode UMMI dengan tujuh tahapan, yaitu tahapan pendahuluan, apersipsi, penanaman konsep, pemamahan konsep, keterampilan, evaluasi, dan penutup. Hasil akhir dari pemdampingan siswa SMP Negeri terampilan membaca dan memahami al-Qur’an yang memiliki dampak posistif bagi siswa SMP Negeri lainya di Surabaya.
artikel Ilmiyah PELESTARIAN MOTIF BATIK WRINGIN LAWANG DALAM UPAYA MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN BUDAYA MAJAPAHIT DI KABUPATEN MOJOKERTO: Pendekatan Budaya dan Strategi Pengembangan Kreatif Masyarakat Lokal dalam Konteks Warisan Budaya Takbenda Mustaqim, Moh. mustaqim
Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ Vol. 9 No. 2 (2025): windy
Publisher : LP3M IAI Al-Qolam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/intaj.v9i2.2200

Abstract

The preservation of the Wringin Lawang Batik motif as a means to introduce Majapahit culture in Mojokerto. The background of this research is based on the importance of preserving the Majapahit cultural heritage which is the historical identity of the Trowulan area, one of the centers of the glory of the Majapahit kingdom. The Wringin Lawang Batik motif is inspired by the architectural form of the Wringin Lawang Gate, a symbol of past greatness and glory, thus having high historical and philosophical value. The focus of this research is to understand the symbolic meaning and cultural values ​​contained in the batik motif and examine the various preservation efforts undertaken by craftsmen and related parties. The research approach uses a qualitative approach with a theoretical basis for the preservation of local culture and identity, which emphasizes the importance of cultural sustainability through adaptation and innovation without losing its original value. Data collection methods are carried out through in-depth interviews and direct observation of batik craftsmen, cultural figures, and local governments involved in the preservation program. The results of the study indicate that the Wringin Lawang Batik motif is not just a work of art, but also an educational medium that introduces the history of Majapahit to local communities and tourists. Preservation efforts are carried out through collaboration between artisans, the local government, and local communities, including training, cultural festivals, and batik tourism promotions. In conclusion, the preservation of the Wringin Lawang batik motif plays a crucial role in strengthening Mojokerto's cultural identity while sustainably preserving the legacy of the Majapahit civilization.