Fenomena varians biaya bahan baku langsung yang tidak sesuai antara biaya standar dan biaya aktual sering terjadi dalam industri manufaktur, termasuk di PT East Indo Fair Trading. Ketidaksesuaian ini dapat disebabkan oleh fluktuasi harga bahan baku di pasar, kebijakan pembelian yang kurang tepat, atau inefisiensi penggunaan bahan baku dalam produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varians biaya bahan baku langsung di PT East Indo Fair Trading serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya varians tersebut, baik dari sisi pembelian maupun penggunaan bahan baku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan studi kasus menggunakan data primer dan sekunder serta analisis regresi linier berganda. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya standar bahan baku untuk satu batch produk sebesar Rp39.841. Biaya aktual mengalami penurunan dari Rp39.399 di bulan Januari menjadi Rp37.146 di bulan Desember 2024, mencerminkan efisiensi pengelolaan. Seluruh bulan menunjukkan varians negatif, dengan efisiensi tertinggi sebesar Rp2.695 pada November dan Desember. Varians ini bersumber dari perbedaan antara harga pembelian aktual dan harga standar, serta perbedaan dalam penggunaan bahan baku. Hasil uji menunjukkan bahwa harga bahan baku, kuantitas pemakaian, dan fluktuasi pasar merupakan faktor dominan penyebab varians. Harga memiliki kontribusi terbesar dalam membentuk varians, disusul oleh jumlah penggunaan dan pengaruh pasar. Ketiga faktor ini signifikan dalam menjelaskan terjadinya varians selama periode penelitian. Perusahaan menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan biaya bahan baku melalui pengelolaan harga dan jumlah yang lebih baik sepanjang tahun. Kesimpulannya, varians biaya bahan baku langsung di perusahaan cenderung efisien dan dipengaruhi oleh kombinasi harga, jumlah pemakaian, dan dinamika pasar. Pengendalian yang konsisten berperan dalam pencapaian efisiensi tersebut.