Latar Belakang: Fluor albus patologis atau keputihan abnormal merupakan keluhan yang kerap dialami wanita terutama remaja putri menginjak masa pubertas yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk personal hygiene. Banyak wanita di Indonesia menganggap fluor albus sesuatu hal yang biasa sehingga banyak wanita yang kurang memperhatikan personal hygiene salah satunya adalah frekuensi penggantian celana dalam. Penggantian celana dalam secara tidak teratur dapat meningkatkan kelembapan di area genital dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi. Tujuan: Mengetahui ada atau tidaknya hubungan frekuensi penggantian celana dalam terhadap kejadian fluor albus patologis pada siswi SMP Muhammadiyah 15 Brondong. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Sebanyak 13 siswi yang mengalami kejadian fluor albus patologis yang melakukan frekuensi penggantian celana dalam hanya satu kali dalam sehari. Siswi yang mengganti celana dalam dua kali dalam sehari mendapatkan hasil 101 orang mengalami kejadian fluor albus patologis dan 75 orang lainnya tidak mengalami kejadian fluor albus patologis. Hasil uji chii square didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Kesimpulan: Adanya hubungan signifikan antara frekuensi penggantian celana dalam terhadap kejadian fluor albus patologis pada siswi SMP Muhammadiyah 15 Brondong. Kata Kunci : Frekuensi Penggantian Celana Dalam, Personal Hygiene, Fluor Albus