This Author published in this journals
All Journal INFOKOM
Wahono, Prio
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE FUZZY MAMDANI UNTUK IDENTIFIKASI VERBAL ABUSE TERHADAP ANAK PADA SMKN 1 KOTA CIREBON Roseli, Sergi; Wahono, Prio; Hilmanudin, Rifky
INFOKOM Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Verbal abuse merupakan bentuk kekerasan emosional yang dilakukan melalui perkataan dan dapatberdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak dan remaja. Studi pendahuluan menunjukkanbahwa siswa di SMKN 1 Kota Cirebon yang mengalami verbal abuse cenderung memiliki konsep diriyang rendah, kurang percaya diri, dan berperilaku menyimpang. Namun, keterbatasan tenagaprofesional serta stigma negatif terhadap layanan bimbingan konseling menyebabkan banyak siswaenggan mencari bantuan. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat mengidentifikasi indikasi verbalabuse secara dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengembangkan Sistem Pakar berbasis Fuzzy Mamdani guna mengidentifikasi tingkat verbalabuse pada siswa. Sistem ini dirancang untuk menganalisis 25 gejala yang dikategorikan ke dalam tigatingkat frekuensi: Sering, Jarang, dan Tidak. Metode Fuzzy Mamdani digunakan untuk memproses datagejala dan menentukan tingkat keparahan verbal abuse dalam tiga kategori: Tidak, Ringan, dan Parah.Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui empat tahapan utama: fuzzifikasi, inferensi, agregasi,dan defuzzifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi tingkat verbalabuse dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat dijadikan alat bantu dalam deteksi dinimasalah psikologis pada siswa. Dengan adanya sistem ini, diharapkan sekolah dan tenaga pendidikdapat lebih proaktif dalam menangani kasus verbal abuse, serta memberikan intervensi yang lebih tepatbagi siswa yang terdampak.