Muhammad Kanzul Fikri, Muhammad Kanzul Fikri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Media Global Versus Resistensi Lokal Pada Deepfake Pornografi Sebagai Alat Dehumanisasi Perempuan Dalam Budaya Konservatif Muhammad Kanzul Fikri, Muhammad Kanzul Fikri
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis bagaimana media global, melalui fenomena deepfake pornografi, memengaruhi identitas gender perempuan dalam konteks budaya konservatif. Media global sering mereproduksi representasi perempuan dalam kacamata hegemoni Barat yang liberal, yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai Timur yang lebih normatif dan patriarkal. Dalam budaya Barat, narasi kebebasan seksual sering dilihat sebagai bentuk otonomi individu, sedangkan dalam budaya Timur, hal tersebut dapat dibaca sebagai pelanggaran terhadap kehormatan kolektif. Meski berbeda, keduanya sama-sama berisiko memfasilitasi dehumanisasi perempuan melalui media yang mengeksploitasi tubuh mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis terhadap representasi deepfake pornografi dalam media digital dan tanggapan masyarakat konservatif terhadapnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa media global dapat menjadi alat pemberdayaan jika digunakan untuk mendekonstruksi stereotip gender dan memperkuat narasi alternatif yang berakar pada nilai lokal. Pendekatan lintas budaya diperlukan agar pemberdayaan tidak bersifat homogen dan bias budaya dominan. Kata kunci : Media Global, Deepfake Pornografi, Gender.