INDAH, INDAH FUJIANTI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITALISASI INDAH, INDAH FUJIANTI
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v2i1.97

Abstract

Abstrak : Model pembelajaran inovatif di era digital dibahas dalam artikel ini. Era ini menuntut guru untuk kreatif, termasuk menggunakan berbagai teknik inventif, agar tidak tergantikan oleh teknologi yang berkembang pesat. Guru mempunyai pengaruh besar terhadap bagaimana pendidikan terjadi baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Berhasil tidaknya suatu pembelajaran tergantung pada bagaimana guru memilih untuk menyampaikan materi kepada siswa. Dalam pendidikan agama Islam, guru biasanya menghadapi banyak kesulitan dalam menciptakan belajar Innovatif dan menyenangkan belajar seperti halnya materi pendidikan agama Islam biasanya disampaikan dengan menggunakan metode ceramah. Namun seiring berjalannya wa Dalam pendidikan agama Islam ktu, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang berbeda dengan tetap menggunakan metode ceramah. Al- Qur'an dan Hadits dengan bantuan teknologi atau media belajar yang kreatif dan inovatif sehingga dapan memudahkan siswa dalam mencapai hasil belajar yang maksimal. Kata Kunci : Guru, inovatif dan hasil belajar Abstract : Innovative learning models in the digital era are discussed in this article. This era calls for teachers to be creative, including using a variety of inventive techniques, in order to avoid being replaced by rapidly developing technology. Teachers have a big influence on how learning happens inside and outside the classroom. A lesson's success or failure depends on how the teacher chooses to deliver material to students. In learning Islamic religious education, teachers usually face many difficulties in creating innovative and fun learning because Islamic religious education subjects usually are delivered using the lecture method. However, as time progresses, Islamic religious education teachers are expected to be able to create different learning while still using the lecture method. Al-Qur'an dan Hadits with the help of technology or creative and innovative learning media so that it can make it easier for students to achieve maximum learning results. Keywords: Teachers, innovativeness and learning outcomes
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE INDAH, INDAH FUJIANTI
Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam
Publisher : LPPM STAI Haji Agus Salim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64173/mrf.v3i1.136

Abstract

Abstrak : Kecerdasan kognitif dasar mencirikan hakikat hakikat manusia dan keutuhan diri manusia pada seluruh umat manusia. Ketiga ukuran kecerdasan ini relevan di sini: EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan IQ (Intellectual Quotient). Guru hendaknya dapat menentukan tingkat intelektualitas setiap siswa pada saat proses pembelajaran agar teknik pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan keterampilan siswa. Namun ada penyebab lain mengapa proses pembelajaran tidak dapat berjalan dengan baik, salah satunya adalah guru mungkin tidak mengetahui IQ siswanya. Untuk membantu guru memaksimalkan prestasi siswa dalam pendidikan agama Islam dan memberdayakan kecerdasan siswa, penelitian ini mencoba memberikan pengetahuan tentang penerapan prinsip-prinsip pembelajaran.. Kata kunci: Pendidikan Islam, pendidikan di era digital Abstract: Basic cognitive intelligence characterizes the essence of human nature and the integrity of the human self throughout humanity. These three measures of intelligence are relevant here: EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), and IQ (Intellectual Quotient). Teachers should be able to determine the intellectual level of each student during the learning process so that the learning techniques used are appropriate to the students' needs and skills. However, there are other reasons why the learning process cannot run well, one of which is that the teacher may not know the IQ of the students. To help teachers maximize student achievement in Islamic religious education and empower students' intelligence, this research tries to provide knowledge about the application of learning principles. Keywords: Islamic education, education in the digital era