Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa makin banyak bermunculan platform streaming untuk menonton, serta semakin banyak orang menonton film yang memiliki banyak episode dalam satu waktu. Penelitian ini mengkaji peran kesepian (loneliness) dalam perilaku menonton maraton (binge-watching) pada dewasa awal, dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai moderator. Penelitian ini melibatkan 355 partisipan (28 pria dan 327 wanita) berusia 20-30 tahun yang melakukan binge-watching, yang didefinisikan sebagai menonton dua atau lebih episode serial TV dalam satu sesi selama setidaknya dua jam di platform streaming seperti Netflix, Viu, dan Disney+. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Binge Watching Engagement and Symptoms Questionnaire (BWESQ), UCLA Loneliness Scale, dan Fear of Missing Out Scale (FoMOs). Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Regresi Berganda (MRA) pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara loneliness dan binge-watching, namun FoMO tidak memoderasi hubungan diantara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa loneliness dapat menjadi penyebab orang melakukan perilaku binge-watching, terutama pada orang dewasa awal. Namun FoMO tidak secara signifikan mempengaruhi perilaku ini, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor lain yang mungkin berperan. Implikasi dan kontribusi penelitian ini adalah pentingnya membuat intervensi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, dengan cara mencari kegiatan positif dan mengatur diri. Kata Kunci: Binge-watching, dewasa awal, fear of missing out (FoMO), loneliness