Refyanus, Alfath
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PENANGANAN AWAL EPISTAKSIS (MIMISAN) MENGGUNAKAN INSTAGRAM REELS Kasim, Muslim; Refyanus, Alfath; Kustiwa, Dea Rahma; Perdana, Jofani Dimas; Hutabarat, Jordan Tawarikh; Qodris, Raihandy; Welay, Santri Ditira; Megarahayu, Soelastika; Ardiansyah, Tedi
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i2.16443

Abstract

Penyuluhan mengenai penanganan awal epistaksis (mimisan) dapat dilakukan melalui fitur aplikasi Instagram Reels, fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menyunting video pendek berdurasi 15 detik. Pemanfaatan jejaring sosial ini sebagai platform e-learning, informasi dapat tersebar lebih luas ke masyarakat global. Penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanganan awal epistaksis (mimisan) dengan menggunakan fitur aplikasi Instagram Reels. Pendekatan yang dilakukan pada penyuluhan ini dengan membagikan video pada Instagram mengenai penanganan awal epistaksis (mimisan). Setelah itu dilakukan penilaian dengan menggunakan fitur polling untuk menilai pemahaman materi yang sudah disampaikan pada video. Hasil kegiatan penyuluhan ini didapatkan 94% (dari 17 jawaban) menjawab benar. Kegiatan pengabdian dengan menggunakan media sosial ini dapat menjangkau audiens lebih banyak dan juga lebih mudah diakses sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat lebih cepat dan efisien.
Penyuluhan Masyarakat : Managemen Hemoroid Di Rumah Sakit Bintang Amin Janah, Siti Hana Muthliatul; Citra, Putri Permata; Lesmana, Danda; Yana, Deni Huda; Refyanus, Alfath
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.17693

Abstract

Hemoroid adalah varikositis akibat dilatasi (pelebaran) pleksus vena hemoroidialis interna yang fisiologis, sehingga tidak begitu berbahaya. Meskipun hemoroid tidak berbahaya, akan tetapi bila pelebaran pembuluh darah vena bertambah luas, maka kita tetap perlu mencegahnya. Pencegahan dengan cara memperbanyak makan makanan yang berserat tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Selain itu juga minum air putih yang banyak (1 jam 1 gelas air putih). Dengan minum air putih yang banyak dan makan makanan yang berserat dapat mempermudah defekasi. Apabila buang air besar lancar, maka hemoroid kemungkinan besar tidak akan terjadi. Selain mengonsumsi makanan yang berserat dan banyak minum air putih, hemoroid dapat dicegah dengan cara olah raga teratur, perbanyak jalan kaki, kurangi berdiri terlalu lama dan duduk terlalu lama, serta istirahat yang cukup (Suprijono, 2009).
Penyuluhan Masyarakat : Managemen Hemoroid Di Rumah Sakit Bintang Amin Janah, Siti Hana Mutliatul; Citra, Putri Permata; Lesmana, Danda; Yana, Deni Huda; Refyanus, Alfath
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i2.17556

Abstract

Hemoroid adalah varikositis akibat dilatasi (pelebaran) pleksus vena hemoroidialis interna yang fisiologis, sehingga tidak begitu berbahaya. Meskipun hemoroid tidak berbahaya, akan tetapi bila pelebaran pembuluh darah vena bertambah luas, maka kita tetap perlu mencegahnya. Pencegahan dengan cara memperbanyak makan makanan yang berserat tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Selain itu juga minum air putih yang banyak (1 jam 1 gelas air putih). Dengan minum air putih yang banyak dan makan makanan yang berserat dapat mempermudah defekasi. Apabila buang air besar lancar, maka hemoroid kemungkinan besar tidak akan terjadi. Selain mengonsumsi makanan yang berserat dan banyak minum air putih, hemoroid dapat dicegah dengan cara olah raga teratur, perbanyak jalan kaki, kurangi berdiri terlalu lama dan duduk terlalu lama, serta istirahat yang cukup (Suprijono, 2009).