Thohari, Suyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA UII DALAM MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN IDENTITAS KEISLAMANNYA: Sebuah Tinjauan Historis Thohari, Suyanto
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 2 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Islam Indonesia saat ini telah menjadi Universitas yang cukup besar, awalnya UII merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Islam (STI) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 1945 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1364 H. STI yang semula berada di Jakarta ikut pindah ke Yogyakarta saat ibukota Negara dipindah untuk sementara waktu dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Juni 1946, karena pendiri STI sebagian besar adalah pendiri bangsa. Saat ibukota kembali ke Jakarta, STI tetap berada di Yogyakarta dan dikembangkan menjadi Univesitas Islam Indonenesia yang ada hingga sekarang ini.
Menggali Akar Ideologis Integrasi Keilmuan dan Keislaman di Universitas Islam Indonesia Thohari, Suyanto
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 1 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi keilmuan dan keislaman menjadi isu terus menguat dari waktu ke waktu dalam perjalanan Universitas Islam Indonesia (UII). Tema ini terus menjadi perbincangan, pada level konseptual filosofis maupun manajemen praktis. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan di UII terwarnai oleh konsep integrasi keilmuan dan keislaman ini. Bahkan, isu ini bukan hanya milik UII, tetapi tampaknya juga perguruan tinggi Islam lain, baik yang berupa sekolah tinggi, institute, maupun universitas Islam. Ambil contoh misalnya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dikenal public mencoba menerapkan konsep integrasi-interkoneksi antar keilmuan. Bahkan konsep integrasi-interkoneksi yang ide dasarnya dari Amin Abdullah, secara simbolik diujudkan dalam konsep artisitektural bangunan kampus yang saling terhubung dan tersambung antara bangunan fakultas satu dengan fakultas yang lain. Konsep integrasi keilmuan dan keislaman menjadi ide klasik yang terus mencari momen penguatan setiap waktu bahkan tampaknya sampai seterusnya. Di UII, ide dasar integrasi keilmuan seringkali merujuk pada pernyataan Muhammad Hatta, salah satu founding fathers UII, yang menyatakan bahwa di STI (cikal bakal UII) akan “bertemu agama dan ilmu dalam suatu kerja bersama”. Pernyataan ini terus menjadi narasi yang diulang, sehingga tertanam kuat pada setiap stakaholders UII. Pertanyaan yang muncul, bagaimana sesungguhnya akar ideologis integrasi keilmuan dan keislaman di UII? Tulisan ini mencoba melacak secara historis akar ideologis integrasi keilmuan dan keislaman di UII. Dengan pendekatan historis ditemukan bahwa, watak integratif dan eklektif dari UII sudah sejak awal ditemukan, jauh sebelum STI berdiri. Berdirinya UII juga merupakan kelanjutan dari proyek modernisasi Islam di Indonesia, termasuk di dalamnya pembaharuan Islam dan kelanjutan system pendidikan madrasah. Dalam bahasa lain, akar ideologis integrasi keilmuan dan keislaman ditemukan sejak munculnya konsep pendidikan madrasah, sebagai model integrasi system pendidikan Islam dan barat. Pada level perguruan tinggi, lahirnya UII dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari system pendidikan madrasah.