Cash flow management is one of the important aspects in making a decision for its users. Good cash flow management can provide benefits for MSME actors as a reference to improve their cash flow management system. In addition, it can provide knowledge in improving a performance in companies / MSMEs to be able to find out, sort, and influence cash from operating activities, investment transaction activities, and financing / funding transaction activities, as well as a net increase or decrease in a company's cash for one period.Did nature of business scope, cash is considered as king where cash flow is the main point in the survival of a business. If the cash flow that comes in is greater than the cash flow that comes out, then the business plan that has been prepared can be carried out properly. Incoming and outgoing cash flow can affect the success or failure of a business it is currently running. With the management of MSMEs in Indonesia which still has some limitations, especially in the use of cash flow, tax planning, budget control, determination, and interpretation of financial statements. (Uwonda, Okello, & Okello, 2013). Pengelolaan arus kas merupakan salah satu aspek penting dalam pengambilan suatu keputusan bagi penggunanya. Pengelolaan pada arus kas yang baik dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM sebagai referensi untuk memperbaiki sistem pengelolaan arus kasnya. Selain itu, dapat memberikan pengetahuan dalam meningkatkan suatu kinerja pada perusahaan/ UMKM untuk dapat mengetahui, memilah, dan memberikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi, dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan, serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.Di dalam ruang lingkup usaha, kas dianggap sebagai raja di mana arus kas adalah poin utama di dalam keberlangsungan hidup sebuah usaha. Apabila arus kas (cash flow) yang masuk lebih besar dari arus kas (cash flow) yang keluar, maka rencana usaha yang telah disusun dapat dijalankan dengan baik. Arus kas (cash flow) yang masuk dan keluar dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan dari sebuah usaha yang sedang dijalankan. Dengan pengelolaan UMKM di Indonesia yang masih mempunyai beberapa keterbatasan, terutama dalam pemanfaatan arus kas, perencanaan pajak, pengontrolan anggaran, penentuan, dan penafsiran pada laporan keuangan. (Uwonda, Okello, & Okello, 2013).