p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN KOMPUTER DAN PERSIAPAN ANBK UNTUK SISWA SDN CIHERANG 1 Suarlembit, Yeremias A.; Suwandana, Avan; Sihite, Jelita D. S. L.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Mahyusa, Muhammad D.; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28337

Abstract

Educational institutions are one of the institutions that are strongly supported by the presence of computers and devices. This encourages educational institutions to teach students from an early age, especially in rural areas, about computer devices including their functions and how to operate them. The PKM team found that a number of elementary schools in Ciherang Village, Cianjur Regency in West Java, specifically at SDN Ciherang 1, still had very little knowledge and operation of computers. The reason is due to inadequate computer equipment facilities and human resources. This is a problem faced by SDN Ciherang 1, because currently the Ministry of Education and Culture is implementing school assessment or evaluation through computer-based tests or surveys called computer-based national assessments (ANBK). ANBK activities are a substitute for the National Examination (UN) which requires students to be able to operate a computer. One of the schools that still lacks the introduction of computers is SDN Ciherang 1 in Cianjur Regency, where there is still a lack of computer facilities and human resources to guide students to carry out ANBK simulations. To overcome this, the PKM team developed a computer introduction and ANBK preparation program. The method of implementing the program is: first, socializing the introduction of computers, the target of this program is for students in grades 4 and 5 with the aim of students understanding how to operate a computer or laptop properly and correctly. Second, introducing ANBK, this is done by providing ANBK material and discussing examples of ANBK questions and providing guidance to students when taking part in ANBK activities. Third, hold a simulation test for ANBK activities, where this activity is an ANBK simulation test which will be given specifically to class 5 so that they can see and measure the extent of their ability to operate a computer and fill out the ANBK. The results of this program activity show that most students can operate a computer by typing sentences well, but a small number of students do not know what ANBK is and 3 students got the best scores when taking the ANBK simulation test. Lembaga Pendidikan merupakan salah satu lembaga yang sangat didukung keberadaan komputer dan perangkatnya. Hal ini mendorong lembaga pendidikan harus mengajarkan kepada siswa sejak dini, khususnya di daerah pedesaan mengenai perangkat komputer termasuk fungsi dan cara pengoperasian. Tim PKM menemukan sejumlah sekolah dasar di Desa Ciherang Kabupaten Cianjur di Jawa Barat, tepatnya di SDN Ciherang 1 masih sangat minim dalam hal pengetahuan dan pengoperasian komputer. Penyebabnya karena fasilitas perangkat komputer dan sumber daya manusia yang kurang memadai. Hal ini menjadi masalah yang dihadapi SDN Ciherang 1, karena saat ini Kemendikbud menerapkan penilaian atau evaluasi sekolah melalui tes atau survei berbasis komputer yang disebut dengan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). Kegiatan ANBK merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) yang mengharuskan siswa untuk bisa mengoperasikan komputer. Salah satu sekolah yang masih minim dalam hal pengenalan komputer adalah SDN Ciherang 1 di Kabupaten Cianjur, dimana masih kekurangan fasilitas komputer dan SDM dalam membimbing siswa untuk melakukan simulasi ANBK. Untuk mengatasi hal itu tim PKM menyusun program pengenalan komputer dan persiapan ANBK. Metode pelaksanaan program yaitu: pertama, sosialisasi pengenalan komputer, target program ini untuk siswa kelas 4 dan 5 dengan tujuan siswa memahami cara pengoperasian komputer atau laptop dengan baik dan benar. Kedua, pengenalan ANBK, ini dilakukan dengan cara memberikan materi ANBK dan membahas contoh soal ANBK dan memberikan bimbingan kepada siswa ketika mengikuti kegiatan ANBK. Ketiga mengadakan test simulasi kegiatan ANBK dimana kegiatan ini merupakan sebuah test simulasi ANBK yang akan diberikan khusus kepada kelas 5 agar dapat melihat dan mengukur sampai dimana kemampuan mereka dalam mengoperasikan komputer dan mengisi ANBK. Hasil dari kegiatan program ini, menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa dapat mengoperasikan komputer dengan mengetik kalimat dengan baik namun Sebagian kecil siswa belum mengetahui apa itu ANBK dan 3 siswa mendapatkan nilai terbaik saat mengikuti test simulasi ANBK.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR MELALUI PENGENALAN KARAKTER DAN HARDSKILL UNTUK SISWA SDN CIHERANG 01 Sihite, Jelita D. S. L.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Suwandana, Avan; Suarlembit, Yeremias A.; Mahyusa, Muhammad D.; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28338

Abstract

Education is an important endeavor in nation building. In the State of Indonesia, all citizens have the right to education as stated in Article 31 paragraph 1 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The government also created the Merdeka Curriculum program, but not all schools in Indonesia can implement the Merdeka Curriculum due to various aspects. One of them is located in Cianjur Regency, Pacet District, Ciherang Village, namely SDN Ciherang 01. SDN Ciherang 01 has quite complete facilities, such as musical instruments, but they are not used as learning objects for the students of SDN Ciherang 01 due to the lack of teachers' ability to teach musical instruments. There were also students with special needs who were mistreated by their classmates, which reduced their potential. The PKM team provided a character and skills recognition program for students at SDN Ciherang 01 by conducting bullying exposure, introduction to musical instruments, and introduction to the Youth Red Cross (PMR). Implementation method: First, coordination with partners (SDN Ciherang 01) to organize the implementation. Second, in determining the activity material, the team focused on introducing musical instruments at SDN Ciherang 01, introducing the activities of the Youth Red Cross, introducing the belajar.id account, and teaching about bullying. Third, the implementation with the aim that students can understand and know how to use musical instruments, how to provide first aid in natural disasters or accidents, and bullying. The results of the activity show that most of the 61 students can understand how to use musical instruments and can remember the names of the musical instruments that were taught. Most of the 36 students can remember what to do for first aid in case of natural disaster or accident. A small number of students still bully their classmates, so the team made "Stop Bullying" posters to display around the school. Pendidikan merupakan suatu usaha penting dalam membangun sebuah bangsa. Di Negara Indonesia, seluruh warga berhak mendapatkan pendidikan, hal ini tertuang dalam Pasal 31 ayat 1 Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah juga membuat program Kurikulum Merdeka, namun tidak semua sekolah di Negara Indonesia dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang disebabkan dari berbagai aspek. Salah satunya terletak di wilayah Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet, Desa Ciherang yaitu SDN Ciherang 01. SDN Ciherang 01 memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti alat music, tetapi tidak dipergunakan sebagai objek belajar siswa di SDN Ciherang 01 karena kurangnya kemampuan guru dalam mengajari alat musik. Ditemukan juga siswa yang berkebutuhan khusus namun mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman – teman sekelas sehingga menurunkan potensi yang dimiliki siswa tersebut. Tim PKM menawarkan program Pengenalan Karakter dan Hardskill untuk siswa SDN Ciherang 01 dengan mengadakan Pemaparan Bullying, Pengenalan Alat Musik dan Pengenalan Palang Merah Remaja (PMR). Metode pelaksanaan: pertama, berkoordinasi dengan mitra (SDN Ciherang 01) untuk mengatur pelaksanaan. Kedua, penentuan materi kegiatan, tim memfokuskan untuk mengenalkan alat musik yang ada di SDN Ciherang 01, mengenalkan kegiatan Palang Merah Remaja, mengenalkan akun belajar.id dan mengajarkan tentang Bullying. Ketiga, pelaksanaan dengan tujuan agar para siswa dapat memahami dan mengenal bagaimana menggunakan alat musik, bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika terjadi bencana alam atau kecelakaan, serta siswa bisa mengetahui dan memahami tentang bullying. Hasil kegiatan, menunjukkan bahwa sebagian besar dari 61 siswa dapat memahami bagaimana menggunakan alat music serta mengingat nama – nama alat musik yang telah diajarkan. Sebagian besar dari 36 siswa dapat menghafal apa yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi bencana alam atau kecelakaan. Sebagian kecil siswa masih melakukan perundungan terhadap teman sekelas sehingga tim membuatkan poster “stop bullying” yang ditempatkan mading dan lingkungan sekolah.
SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH UNTUK SISWA SDN CIHERANG 01 Mahyusa, Muhammad D.; Sihite, Jelita D. S. L.; Suarlembit, Yeremias A.; Wijaya, Ida Bagus R. L. P.; Suwandana, Avan; Dewi, Fransisca I. R.
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28366

Abstract

Waste is residual material that is discarded as a result of the rest of production, both industrial and household. In our society, waste is one of the causes of the obstruction of progress. The lack of public awareness and knowledge about waste sorting is the main factor that causes many people to litter; this is also the case in the area of Cianjur Regency, Pacet District, Ciherang Village, specifically SDN Ciherang 01. The PKM team found that there are still many students littering, and the lack of knowledge and awareness of students about waste sorting is the main cause of many students littering. The PKM team provides a waste sorting socialization program by holding daily littering activities, decorating garbage bins, and presenting waste sorting materials. Implementation methods: First, coordinate with partners (SDN Ciherang 01) to organize the implementation. Second, determining the activity material, teaching what types of waste are, decorating trash cans, and inviting students to throw garbage in its place every day. The third step is implementation, with the aim of increasing awareness and interest among SDN Ciherang 01 students to throw garbage in its place, providing education, and increasing students' knowledge about waste sorting. The results of the activity show that most students of SDN Ciherang 01 have their own initiative to dispose waste without being ordered; students can distinguish between organic and inorganic waste; and students can also dispose waste according to its type with the help of pictures on the waste bins that were decorated together. The team also made posters to remind students to always dispose of waste in the right place to make the school environment more beautiful and clean. ABSTRAK Sampah merupakan material sisa yang dibuang sebagai hasil dari sisa produksi, baik industri maupun rumah tangga. Dalam masyarakat kita, sampah menjadi salah satu penyebab terhambatnya kemajuan Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pemilahan sampah menjadi faktor utama masyarakat banyak membuang sampah sembarangan, hal ini juga yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet, Desa Ciherang, tepatnya SDN Ciherang 01. Tim PKM menemukan masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan dan kurangnya pengetahuan serta kesadaran siswa tentang pemilahan sampah menjadi penyebab utama para siswa banyak yang membuang sampah sembarangan. Tim PKM menawarkan program Sosialisasi Pemilahan Sampah dengan mengadakan kegiatan membuang sampah pada tempatnya setiap hari, menghias tempat sampah, dan pemaparan materi pemilahan sampah. Metode pelaksanaan: pertama, berkoordinasi dengan mitra (SDN Ciherang 01) untuk mengatur pelaksanaan. Kedua, penentuan materi kegiatan, mengajarkan apa saja jenis sampah, menghias tempat sampah, dan mengajak siswa untuk membuang sampah pada tempatnya setiap hari. Langkah ketiga, pelaksanaan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan minat siswa SDN Ciherang 01 untuk membuang sampah ke tempatnya, memberikan edukasi dan menambah pengetahuan siswa tentang pemilahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SDN Ciherang 01 telah memiliki inisiatif sendiri untuk membuang sampah tanpa harus diperintah, siswa dapat membedakan mana sampah organik dan anorganik, dan siswa juga dapat membuang sampah sesuai dengan jenisnya dibantu dengan gambar di tempat sampah yang telah dihias bersama. Tim juga membuat poster untuk menjadi pengingat bagi siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkungan sekolah pun menjadi lebih asri dan bersih.