Depression can happen to anyone, around 280 million people in the world is currently suffering from depression. Depression is more common in women than men. Around 700.000 people died from untreated depression and suicide every year. Government has established guidelines for early detection, primary treatment and referral of depression cases for medics. PKM team of Medical Faculty of Tarumanagara University aims to educate the medical students about early detection and primary treatment of depression in primary medical facilities. The method used in this activity is giving education to medical students. The result of this activity is measured by the level of knowledge before and after education using pre-test and post-test. Total of 27 medical students participated in taking the tests. The mean score of participant’s pre-tests is 69,6±21,03 and mean score of participant’s post-tests is 79,3±20,37. There is a 13,9% knowledge increase from pre-test to post-test score. So, this education has served its purpose in increasing the participants knowledge about early detection and primary treatment of depression in primary medical facilities. It is important to give continuous education about depression in community so that we can prevent negative impact of untreated depression and suicide. ABSTRAK Depresi dapat terjadi pada siapa saja dan diperkirakan sekitar 280 juta orang di dunia mengalami depresi. Depresi lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pria. Lebih dari 700.000 orang meninggal karena depresi dan bunuh diri setiap tahunnya. Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa tersebut, pemerintah telah menyusun pedoman panduan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini, penanganan hingga melakukan rujukan kasus gangguan jiwa pada saat yang tepat di tingkat pelayanan kesehatan primer. Tim bakti kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara merasa perlu ikut berperan dalam mengedukasi calon tenaga kesehatan agar dapat melakukan deteksi dini dan tatalaksana awal depresi di tingkat layanan kesehatan primer. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi calon tenaga kesehatan di tingkat layanan kesehatan primer dan keberhasilan kegiatan diukur dengan adanya peningkatan pengetahuan melalui pretes dan postes. Total sebanyak 27 peserta yang ikut dalam kegiatan ini. Rerata nilai pretes peserta adalah 69,6±21,03 poin dan rerata nilai postes adalah 79,3±20,37 poin. Terjadi peningkatan pengetahuan dari hasil pretes ke postes sebesar 13,9%. Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan yang cukup baik pada partisipan. Meskipun terdapat peningkatan pengetahuan, kegiatan edukasi ini tetap perlu dilakukan mengingat kejadian depresi di masyarakat semakin meningkat dan sangat dibutuhkan kecekatan dokter dalam melakukan deteksi dini sehingga tidak berkembang menjadi semakin parah penyakitnya.