Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEGARA, KORPORASI DAN GERAKAN PERLAWANAN PETANI ATAS PERAMPASAN TANAH Totona, Saiful; Sitepu, Badikenita br.; Agustiani, Yurita Puji
Jurnal Insani Vol 12, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Istek Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37365/insani.v12i1.546

Abstract

This article examines the peasant resistance movement against land dispossession carried out by corporations with state support in Galela, North Maluku. This case study integrates the theory of regimes of dispossession with Smelser’s theory of social movements. The findings indicate that land dispossession by corporations and the state, conducted through intimidation, repression, deception, and the criminalization of peasants with the involvement of security forces, has resulted in unequal land control or ownership, loss of access, shifts in livelihoods, and tensions that have fueled the emergence of a peasant resistance movement. The resistance can be considered successful, as peasants regained access to agricultural land. Moving forward, the Galela Peasant Union or Serikat Petani Galela (SPG)  needs to intensify efforts to foster solidarity among peasants through various empowerment initiatives, building collective awareness to ensure the sustainability of the movement in the face of ongoing change and tension.
Konsekuensi Pertambangan terhadap Krisis Sosio-Ekologis di Wilayah Teluk Kao Totona, Saiful; Ismail, Bakri; Shasvita, Rima; Vina Lolita, Yosephine Francisca
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63651

Abstract

Pertambangan emas telah menjadi salah satu aktivitas ekstraktif yang paling berpengaruh terhadap perubahan relasi antara manusia dan lingkungan alam, dengan konsekuensi sosio-ekologis yang luas dan kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsekuensi pertambangan emas terhadap krisis sosio-ekologis di wilayah Teluk Kao, Pulau Halmahera, Maluku Utara, dengan menggunakan kerangka teori metabolic rift. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan masyarakat terdampak, tokoh adat, pekerja tambang, dan pemangku kepentingan terkait, serta analisis data sekunder dari laporan dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan emas, baik skala besar maupun skala kecil, telah memicu deforestasi masif, degradasi tanah dan lahan, serta kontaminasi toksik yang berdampak langsung pada keberlanjutan fungsi layanan ekologi. Kerusakan tersebut berkontribusi terhadap menurunnya ketahanan pangan lokal, hilangnya akses masyarakat terhadap tanah, hutan, sungai, dan laut sebagai basis produksi, serta meningkatnya kerentanan sosial dan ancaman keselamatan manusia. Analisis metabolic rift menunjukkan bahwa pertambangan emas menciptakan keretakan mendasar dalam metabolisme antara masyarakat dan alam, yang bersifat struktural dan sulit dipulihkan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik pertambangan yang beroperasi dalam logika ekonomi dominan tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan sosio-ekologis. Artikel ini berkontribusi pada penguatan kritik sosial-ekologis terhadap industri pertambangan serta mendorong perlunya pendekatan kebijakan dan tata kelola pertambangan yang berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.