Bahar, Krismadies
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTAK PASIEN TUBERKULOSIS PARU DAN PENULARANNYA PADA PETUGAS KESEHATAN DAN PASIEN LAIN DI POLI PARU Bahar, Krismadies; Angreni, Rita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.105

Abstract

Tuberkulosis adalah merupakan penyakit menular karena kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Sumber penularan adalah pasien yang dalam dahaknya mengandung kuman Tuberkulosis BTA positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kontak pasien Tuberkulosis terhadap penularan penyakit Tuberkulosis pada petugas kesehatan dan bukan pasien Tuberkulosis. Metodologi penelitian adalah kuantitatif. Populasi berjumlah 84 responden. Pengambilan sampel pada petugas kesehatan dengan teknik Total Sampling dan pada Bukan Pasien Tuberkulosis menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi, kuesioner dan pemeriksaan TCM. Hasil penelitian diperoleh lama kontak (p-value = 1,000 (a>0,05), Lama bekerja (p-value = 0,539 (a>0,05), frekuensi kunjungan (p-value = 1,000 (a>0,05). Kesimpulan adalah terjadi penularan pada petugas kesehatan dan bukan pasien Tuberkulosis dengan hasil Test Cepat Molekuler (TCM) MTB Terdetected. Saran untuk Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang agar meningkatkan upaya Pencegahan dan Pengendalian terhadap penularan Tuberkulosis terutama di Poli Paru.
ANALISA HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA PERAWAT PEREMPUAN RUMAH SAKIT X BATAM TAHUN 2021 Bahar, Krismadies
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v3i2.445

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan perawat di bagian rawat inap mewajibkan mereka bekerja dengan sistim shift. Bergantian antara shift pagi, shift sore dan shift malam. Pada pekerja wanita, shift kerja dapat menyebabkan stress kerja dan gangguan siklus sirkardian yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi. Gangguan ini memengaruhi produksi hormon dan siklus menstruasi, terutama bagi wanita yang kerap berganti-ganti jadwal kerja antara siang dan malam hari. Gangguan ritme sirkadian pekerja dapat mempengaruhi perkembangan folikel dan sekresi hormon serta mengganggu fase luteal, sehingga mengubah siklus menstruasi Selain itu, kondisi shift juga juga terkait dengan kejadian aborsi spontan yang lebih tinggi, pecah membran spontan, kelahiran prematur, dan keberhasilan menyusui berkurang Dari hasil penelitian didapatkan responden memiliki gangguan mentruasi sebanyak 78 orang atau sebanyak 80,5 % ,7 responden mengalami keguguran atau sebanyak 8,0 %, 4 responden melahirkan bayi berat badan rendah atau sebanyak 4,6 %. 1 responden memiliki bayi lahir mati atau sebanyak 1,1 %. Pada data bivariat tidak ditemukan hubungan antara shift kerja dengan gangguan reproduksi berupa gangguan siklus menstruasi, keguguran, melahirkan bayi berat badan lahir rendah, lahir cacat maupun bayi lahir mati.
HUBUNGAN PAPARAN BISING DAN MEROKOK DENGAN PENURUNAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI PT. X BATAM TAHUN 2022 Bahar, Krismadies; Maulina, Diina
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i1.752

Abstract

Bising merupakan hazard yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran melalui kerusakan telinga bagian dalam. Merokok juga bersifat ototoksik yang memperberat gangguan pendengaran pada pekerja yang terpajan bising. NIOSH memperkirakan 600 juta pekerja di dunia terpajan bising yang melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan. Pekerja yang terpajan bising diatas 90 dB diperkirakan sekitar 14%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok menyebabkan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpajan bising. Pada penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 116 pekerja di PT.X Batam. Dari hasil penelitian mengenai hubungan paparan bising dan gangguan pendengaran didapatkan nilai P sebesar 0,020 (P<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran di PT. X. Dari hasil analisa hubungan antara kebiasaan merokok dan gangguan pendengaran diperoleh Nilai P sebesar 0,819 (P<0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara perokok dengan gangguan pendengaran.