Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Marriage Dowry: A Sociocultural Perspective Of The Banjar Community Muhammad Taha Madani; Nurun Najwa Qurrata’ayna; Akhmad Zubair
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i2.1089

Abstract

Syariat Islam mewajibkan bagi calon suami untuk memberikan mahar kepada calon istri. Namun kewajiban itu tidak ada aturan yang spesifik tentang kalkulasi yang diberikan. Penelitian ini membahas faktor penyebab mahar tinggi diberikan serta implikasi terhadap tatanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang diperoleh merupakan data hasil wawacara dengan pengantin pria dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor penyebab mahar tinggi diberikan menjadi 3, yaitu: faktor budaya, ekonomi, dan agama. Di samping itu penelitian ini menemukan adanya kreativitas masyarakat dalam jumlah mahar yang diberikan. Sedangkan implikasi mahar yang tinggi pada masyarakat bisa menjadi dampak positif dan juga negatif.
Analisis Unsur Kepastian dalam Alat Bukti Sumpah pada Perkara di Peradilan Islam Nazwatika Maulidhiya; Najla Amali; Akhmad Zubair
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.530

Abstract

AbstractIn the practice of resolving cases in court, of course, many methods are used in the process of proving a case, as well as the evidence submitted. As for the evidence itself in a court case, a judge is free to assess the evidence. With the oath tool submitted by the defendant to strengthen its argument, it has several forms such as witness testimony, testimony, confession, and oath. Where the oath itself is a statement from a person that he said on behalf of his god. And the information given by someone who takes an oath is always considered true, this stems from people's belief that words involving the name of God are not words spoken playfully. Through legal analysis, this article tries to describe how the proof of an oath can be used as evidence in a court of law that can fulfil a settlement in the process of cases in court by providing considerations that apply in the principles of procedural law. Keywords: Oath, evidence, court AbstrakDalam praktek penyelesaian perkara dalam peradilan, tentunya digunakan banyak cara dalam proses pembuktian suatu perkara, maupun juga alat bukti yang di ajukan. Adapun pembuktian sendiri dalam suatu perkara pengadilan, seorang hakim bebas untuk menilai pembuktian. Dengan alat sumpah yang diajukan oleh pihak tergugat untuk menguatkan argumentasinya memiliki beberapa macam bentuk seperti keterangan saksi, persangkaan, pengakuan serta sumpah. Dimana sumpah sendiri merupakan keterangan dari seseorang yang ia ucapkan atas nama tuhannya. Dan keterangan yang diberikan oleh seseorang pelaku sumpah selalu dianggap benar, hal ini bermula dikarenakan kepercayaan orang-orang terhadap perkataan yang menyangkut nama tuhan bukanlah perkataan yang diucapkan dengan main-main. Melalui analisis hukum, artikel ini mencoba menguraikan bagaimana pembuktian sebuah sumpah dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam sebuah peradilan dapat memenuhi sebuah penyelesaian dalam proses perkara pada pengadilan dengan memberikan pertimbangan yang berlaku dalam prinsip-prinsip hukum acara.Kata Kunci: Sumpah, bukti, peradilan.