Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RENDAHNYA LITERASI DAN MINIMNYA MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPS TERHADAP PEMAHAMAN PETA SISWA KELAS IV UPT SDN 24 BARIANG RAO-RAO Dea Resti Enjeli; Sandra Lidia; Mutia Septia Putri; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis rendahnya kemampuan literasi serta keterbatasan dalam media digital terhadap pemahaman peta dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi siswa kelas IV UPT SDN 24 Bariang Rao-Rao. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi langsung serta wawancara mendalam dengan guru dan siswa dalam kelas. Dari hasil pengamatan, terdapat 26 siswa di mana beberapa di antaranya mengalami kesulitan dalam mengerti aspek-aspek peta seperti arah, skala, dan simbol. Kesulitan ini muncul karena pengajaran yang hanya mengandalkan peta fisik tanpa adanya dukungan visual dari media digital. Dari wawancara dengan guru juga mengungkapkanbahwa keterbatasan dalam penggunaan alat digital disebabkan oleh berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru saat menggunakan perangkat seperti proyektor dan ketiadaan pelatihan tentang penggunaan media digital. Oleh karena itu, materi peta hanya disampaikan melalui penjelasan secara verbal dan visual yang bersifat statis, yang tidak dapat mengoptimalisasi pemahaman siswa, sehingga pembelajaran IPS terasa kurang menarik dan siswa lebih cenderung pasif. Wawancara dengan siswa mengindikasikan bahwa mereka menemukan kesulitan dalam membaca peta akibat kurangnya visualisasi yang menarik serta relevan. Penelitian ini merekomendasikan diadakannya pelatihan yang intensif bagi guru berkaitan dengan penggunaan media digital yang sederhana, agar pemahaman peta siswa bisa meningkat secara lebih efektif.
PENTINGNYA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENUNJANG KESEHATAN MENTAL SISWA Mutia Septia Putri; l
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental siswa merupakan aspek penting yang mendukung keberhasilan akademik dan perkembangan sosial emosional mereka. Namun, berbagai tekanan seperti tuntutan akademik, permasalahan keluarga, hingga pengaruh lingkungan sosial sering kali menjadi faktor risiko yang mengganggu kesejahteraan mental peserta didik. Bimbingan dan Konseling (BK) hadir sebagai layanan penting di sekolah untuk membantu siswa dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Artikel ini membahas peran strategis BK dalam upaya preventif, kuratif, dan pengembangan diri siswa. Melalui layanan konseling individual, kelompok, maupun program edukasi, guru BK berperan sebagai pendamping yang membantu siswa mengenali dan mengelola emosi, mencegah masalah psikologis sejak dini, serta menciptakan lingkungan sekolah yang suportif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan peran BK di sekolah sangat diperlukan untuk menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, tangguh, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
Terapi Bermain Sebagai Pendekatan Edukatif dalam Mengembangkan Aspek Sosial dan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus Sovia Putri Julita; Mutia Septia Putri; Fani Dwi Rosyta; Eka Puji Lestari4
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.967

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran terapi bermain sebagai pendekatan edukatif dalam mengembangkan aspek sosial dan emosional anak berkebutuhan khusus. Terapi bermain dipandang penting karena anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda, sehingga sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial, mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi. Pendekatan yang digunakan adalah kajian literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan mengenai terapi bermain dan perkembangan sosial-emosional anak. Analisis difokuskan pada bagaimana kegiatan bermain dapat meningkatkan kemampuan sosial seperti berbagi, bergiliran, bekerja sama, dan memahami aturan sosial, serta kemampuan emosional seperti mengenali perasaan diri, menyalurkan emosi secara sehat, dan meningkatkan empati. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi bermain efektif menyediakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk bereksperimen, belajar interaksi sosial, dan mengekspresikan emosi secara adaptif. Keberhasilan intervensi ini sangat dipengaruhi oleh peran pendidik, terapis, lingkungan yang mendukung, serta keterlibatan orang tua. Kesimpulannya, terapi bermain merupakan strategi edukatif yang adaptif dan efektif dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak berkebutuhan khusus serta dapat dijadikan intervensi yang bermakna dalam praktik pendidikan khusus.