Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Harmonika Pasang Surut dan Implikasinya terhadap Ekosistem dan Budidaya Laut di Satonda English: Tidal Harmonic Analysis and Its Implications for Ecosystem and Marine Aquaculture in Satonda Umam, Munawilrul; Hendratno, Aziz Prabwo; Rahayu Putro, Aira Dwi; Abyantara, Muhammad Zaki
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10849

Abstract

Kajian pasang surut merupakan aspek fundamental dalam dinamika oseanografi yang memengaruhi berbagai aspek lingkungan pesisir, mulai dari sirkulasi massa air hingga distribusi nutrien dan perencanaan kegiatan manusia di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di perairan Pulau Satonda, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggunakan pendekatan harmonik dan evaluasi tidal datum. Data pasang surut harian dikumpulkan dan dianalisis dengan metode harmonik Fourier untuk memperoleh amplitudo dan fase komponen utama, termasuk M2, S2, K1, dan O1. Rasio Formzahl (F) dihitung untuk menentukan tipe pasang surut, sedangkan tidal range digunakan sebagai indikator energi pasut. Hasil analisis menunjukkan bahwa perairan Satonda memiliki tipe pasang surut campuran dengan dominasi komponen diurnal (Formzahl = 1,54), ditandai oleh satu pasang dan satu surut penuh per hari, meskipun sesekali terjadi dua pasang tidak seimbang. Rentang pasang surut maksimum mencapai ±1,7 m, mengkategorikan Satonda sebagai wilayah mesotidal dengan energi pasut sedang, yang signifikan memengaruhi arus lokal, sirkulasi vertikal, serta zonasi ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang. Studi ini juga menekankan implikasi praktis dalam navigasi laut, budidaya perikanan dan kerang, konservasi habitat, serta perencanaan wisata bahari. Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pengelolaan sumber daya pesisir dan mitigasi risiko terkait fluktuasi pasang surut di wilayah tropis Indonesia timur.
KADERISASI BERBASIS CORE THINKING (CONTEXTUAL RESONANCE THINKING ): MODEL REFLEKTIF DALAM PEMBENTUKAN KADER HUMANIS DAN ADAPTIF Umam, Munawilrul
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1655

Abstract

Kaderisasi mahasiswa sering kali dipahami sebatas proses administratif dan pelatihan teknis tanpa ruang refleksi nilai. Artikel ini mengembangkan konsep CoRe Thinking (Contextual Resonance Thinking) sebagai paradigma baru dalam pembelajaran kader yang menekankan integrasi nilai, pengalaman, dan kesadaran sosial. Pendekatan ini menggabungkan lima pilar utama: kontekstual, resonansi, empati, reflektif, dan transformasional. Metode yang digunakan berupa pendekatan reflektif-konseptual melalui analisis literatur dan pengalaman kaderisasi di lingkungan mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kader yang berbasis konteks sosial dan refleksi nilai mampu meningkatkan keterlibatan, empati, serta kesadaran kepemimpinan secara signifikan. Model CoRe Thinking berperan sebagai jembatan antara teori pembelajaran reflektif dan praksis kaderisasi di perguruan tinggi. Implikasi konseptualnya menegaskan bahwa proses kaderisasi seharusnya diarahkan pada pembentukan kader yang humanis, kritis, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas model ini secara empiris dalam konteks pendidikan dan organisasi mahasiswa.