p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Diksi antara Mahasiswa dan Mahasiswi JPBSI Angkatan 2024 Kelas A-1 Dalam Komunikasi WhatsApp Muhammad Luthfi; Uswhatun Khasanah; Nadila Syafa; Rizka Delfi Ramadhani; Sari, Sari
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan diksi antara mahasiswa dan mahasiswi JPBSI Angkatan 2024 Kelas A-1 dalam komunikasi melalui WhatsApp serta mengidentifikasi jenis-jenis diksi yang muncul. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui dokumentasi percakapan dan dianalisis berdasarkan kategori diksi seperti formal, informal, emotif, dan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan diksi ringkas, langsung, dan minim ekspresi, sedangkan mahasiswi lebih banyak memakai diksi ekspresif, emotif, dan deskriptif. Perbedaan ini dipengaruhi oleh konteks sosial, tujuan komunikasi, dan gaya berbahasa tiap penutur. Temuan ini menegaskan adanya pola diksi berbasis gender dalam komunikasi digital.
Ketidaksesuaian Psikologis Tokoh Anak dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye Kajian Psikologi Sastra Uswhatun Khasanah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidaksesuaian psikologis tokoh anak dalam novel Sesuk karya Tere Liye berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, serta deskripsi perilaku dua tokoh anak, yaitu Gadis dan Bagus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh digambarkan memiliki kemampuan berpikir, berbahasa, dan mengambil keputusan moral yang melampaui tahap perkembangan kognitif anak seusianya. Gadis yang berusia 12 tahun mampu berpikir abstrak dan reflektif seperti remaja operasional formal, sedangkan Bagus yang berusia 6 tahun menunjukkan kemampuan logis, mekanis, dan linguistik yang tidak sesuai dengan tahap praoperasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggambaran tokoh anak dalam novel lebih bersifat simbolis dan artistik dibandingkan realistik secara psikologis.