Integrasi Disaster Management Information Systems (DMIS) di pemerintah daerah Indonesia telah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data dalam sektor manajemen bencana. Namun, keberlanjutan jangka panjang dari implementasi DMIS masih menjadi tantangan, terutama terkait dengan kapasitas manajerial, kesiapan infrastruktur, dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktor keberlanjutan yang memengaruhi adopsi DMIS serta memberikan wawasan strategis untuk peningkatan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods dan desain eksplanatori sekuensial, data kuantitatif dikumpulkan melalui survei yang melibatkan 72 responden, termasuk pejabat daerah, staf administrasi, petugas teknis, dan pihak terkait lainnya dari instansi pemerintah yang dipilih. Temuan kuantitatif dilengkapi dengan wawancara kualitatif mendalam untuk menangkap perspektif kontekstual dan mengidentifikasi tantangan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen manajerial, kompetensi digital staf, dan koordinasi antarbagian memiliki pengaruh terkuat terhadap keberlanjutan DMIS, sementara keterbatasan infrastruktur dan ketidakonsistenan penegakan kebijakan tetap menjadi hambatan signifikan. Temuan lebih lanjut mengindikasikan bahwa pemerintah daerah dengan kepemimpinan proaktif dan perencanaan terintegrasi mencapai tingkat pemanfaatan sistem dan akurasi data yang lebih tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja yang lebih holistik untuk menjaga keberlanjutan DMIS di sektor manajemen bencana dengan menekankan keterkaitan antara faktor teknis, manajerial, dan kultural. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan, administrator daerah, dan pengembang TI dalam menyempurnakan strategi, mengalokasikan sumber daya, serta merancang program pelatihan yang terarah. Studi ini juga menyoroti perlunya kebijakan adaptif agar DMIS tetap relevan dan fungsional di tengah perubahan teknologi maupun kelembagaan.