Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Risiko Pengelasan di Industri Kontruksi: Integrasi Metode Job Safety Analysis (JSA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Pengembangan SOP Berbasis Risiko: (Studi Kasus: PT Fisaka) Mohammad Adam Khusen; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1324

Abstract

Tingkat risiko kecelakaan kerja yang signifikan dalam bisnis konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan teknik analisis pohon kesalahan (FTA) dan analisis keselamatan kerja (JSA) guna mengidentifikasi potensi bahaya dan menciptakan praktik kerja yang aman untuk kegiatan pengelasan di PT Fisaka. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi aktivitas kerja aktual, penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data. Hasil analisis JSA menunjukkan bahwa aktivitas pengelasan memiliki tingkat risiko tertinggi dengan risk rating sebesar 16 (high risk), disebabkan oleh paparan asap CO₂, percikan bunga api, sinar cahaya intens, serta kondisi area kerja yang kurang aman. Tahapan pekerjaan lain seperti pemotongan material dan fit-up juga memiliki risiko sedang hingga tinggi akibat tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition). Analisis FTA menunjukkan bahwa akar penyebab utama kecelakaan berasal dari ketidakdisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya inspeksi peralatan, serta ventilasi kerja yang tidak memadai. Integrasi JSA dan FTA memberikan gambaran komprehensif terhadap hubungan sebab-akibat kecelakaan kerja serta menjadi dasar dalam penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) baru yang berbasis risiko. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan sistem manajemen K3 dan membangun budaya kerja yang lebih aman di lingkungan industri konstruksi.