Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komparasi Kinerja Model U-Net dan DeepLab V3+ pada Segmentasi Pipa Korosi Parawangsa, I Dewa Gede Mahesta; Nugraha, Putu Zasya Eka Satya; Ananda, Anggie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3630

Abstract

Inspeksi integritas pipa pada industri vital seperti minyak dan gas saat ini masih bergantung pada metode manual yang kurang efisien dan berisiko tinggi. Permasalahan utama seperti korosi dapat menyebabkan kebocoran dan kerusakan lingkungan jika tidak terdeteksi secara dini dan akurat. Sebagai solusinya, teknologi deep learning menawarkan berbagai pendekatan, mulai dari klasifikasi hingga deteksi objek. Namun, pendekatan segmentasi semantik dipilih karena kemampuannya menawarkan potensi otomatisasi penuh untuk identifikasi area korosi secara presisi piksel-demi-piksel. Penelitian ini melakukan analisis komparatif antara kinerja arsitektur U-Net standar dengan DeepLabV3+ yang menggunakan backbone ResNet50. Kinerja kedua model dievaluasi pada 108 gambar asli, yang diproses melalui augmentasi menjadi total 1.261 data latih dan validasi. Perbandingan difokuskan pada dua tugas terpisah: segmentasi aset pipa utuh dan segmentasi korosi. Penilaian Intersection over Union (mIoU) menunjukkan DeepLabV3+ secara signifikan mengungguli U-Net dalam segmentasi aset dengan nilai 0.862 berbanding 0.735. Sebaliknya, U-Net menunjukkan dkeunggulan tipis pada segmentasi korosi dengan mIoU 0.779 berbanding 0.701. Secara komputasi, DeepLabV3+ dengan waktu rata-rata 0.44 detik terbukti jauh lebih efisien daripada U-Net dengan rata-rata 1.24 detik. Dengan demikian, DeepLabV3+ menawarkan keseimbangan terbaik antara akurasi segmentasi aset yang superior dan efisiensi tinggi, menjadikannya kandidat model yang robust untuk pengembangan sistem inspeksi visual otomatis di lapangan.
Perangkat Cerdas Berbasis U-Net untuk Memantau Kerusakan Daun Pakcoy Akibat Serangan Hama Diani, Ni Komang; Kesiman, Made Windu Antara; Sunarya, I Made Gede; Nugraha, Putu Zasya Eka Satya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6957

Abstract

Implementasi Pertanian modern di Smart Green Garden Universitas Pendidikan Ganesha saat ini menghadapi tantangan yang signifikan dalam efisiensi mendeteksi serangan hama pada tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.). metode pemantauan secara manual terbukti tidak efektif dan memakan waktu yang cukup lama serta mengalami kesulitan dalam mengenali kerusakan daun pakcoy dalam skala besar. Penelitian ini berfokus pada pengembangan perangkat cerdas yang menggabungkan arsitektur deep learning U-Net untuk segmentasi semantik dengan perangkat Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan kamera CCTV yang dimodifikasi dengan Stepper motor Nema 23 dan Arduino Nano untuk melakukan pemindaian area tanam secara otomatis dalam radius 360 derajat secara otomatis. Dataset penelitian berjumlah 405 citra hasil augmentasi berkualitas tinggi dengan resolusi 512x512 piksel untuk memperkuat generalisasi model. Model U-Net dilatih menggunakan strategi 5-fold cross validation. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Model U-Net pada (Fold-2) menghasilkan performa paling unggul dengan tingkat Akurasi Global 96,8% dan Mean Intersection over Union (mIoU) sebesar 0,683. Sistem ini mampu mendeteksi serta memvisualisasikan area kerusakan daun, seperti lubang dan bercak, secara real-time melalui koneksi Real-Time Streaming Protocol (RTSP) pada dashboard website, hal ini menjadi alternatif pemantauan yang lebih presisi dibandingkan metode deteksi objek konvensional untuk deteksi dini serangan hama. Sehingga sistem cerdas ini diharapkan mampu membantu petani untuk efisiensi waktu pemantauan.