Kabupaten Manggarai Barat, memiliki potensi yang cukup besar dalam sector perikanan pada penangkaranikan kerapu, tetapi memiliki keterbatasan fasilitas yang menjadi hambatan dalam proses penangkaran. Olehkarena itu, perlu adanya sebuah perancangan bangunan laboratorium yang dapat berperan penting untukmembantu dalam proses penangkaran ikan. Perancangan laboratorium dan penangkaran ikan kerapu, yangdirancang dengan penerapan tema arsitektur biofilik bertujuan menciptakan lingkungan untuk mendukungkegiatan penelitian pada tempat penangkaran ikan kerapu disana. Tema arsitektur biofilik ini juga inginmencipatakan suasana terhadap karakter bangunan yakni, proposibangunan, tekstur, elemen, warna, tampilanbangunan berdasarkan tema biofilik yang digunakan pada perancangan dan perencanaan 1), dengan tahapananalisa berupa, analisa topografi, analisa aksesibilitas, analisa sirkulasi, analisa view, analisa matahari,analisa angin, analisa kebisingan, analisa vegestasi, analisa parkir, analisa penzoningan, analisa pola penataanmasa bangunan, analisa sistemutilitas, dan analisa keamanan, 2),metode pengumpulan data primer dansekunder 3).Penerapan arsitektur biofilik pada desain laboratorium dan penangkaran ikan kerapu dapatmenciptakan lingkungan binaan yang harmonis antara manusia dan alam, dengan mengintegrasikan elemenalami, meningkatakan kesejahteraan dan produktivitas. Perancangan biofilik dilengkapi dengan fasilitaspenelitian eskperimen, dan penangkaran yang efektif, serta fasilitas penunjang seperti mess manager maupunmess pekerja, ruang edukasi area wisata, dan area parkiran.